Zakat Payment Gateway (Pilih salah satu)

2 Virtual Account (Faspay)
4 FAQ

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar pembayaran Zakat di IZI, tanyakan kepada Zakat Advisor di 1500047

Jam Operasional

Sen-Jum 8:00 - 17:00
Sabtu & Ahad Tutup!
Kecuali Ramadhan
Buka tiap hari jam 8.00 - 18.00

Air, Zakat dan Kesejahteraan

Jumat, 24 Mar 2017 by | 156 visitor

(Sebuah Catatan Gerakan Zakat dan Moment World Day for Water)

GERAKAN zakat tidak tumbuh di ruang hampa. Ia hadir ditengah masyarakat dan dengan segala dinamikanya. Gerakan zakat juga bukan gerakan terasing yang secara parsial bergerak sendiri memenuhi segala cita-cita dan harapannya tanpa peduli lansekap sosial dan lingkungan yang terjadi.

Justru gerakan zakat sejatinya adalah sebuah movement yang fleksibel dan mencakup seluruh kebutuhan hidup manusia. Gerakan zakat ini elastis, ia bisa bergandengan dengan gerakan kemiskinan, gerakan pembangunan manusia dan kualitasnya, gerakan penyelamatan generasi emas manusia dan masih banyak lainnya

Termasuk pula gerakan penyelamatan lingkungan hidup, iklim mitigasi bencana serta penyelamatan bumi secara umum dari keserakahan eksploitasi dan kerusakan alam.

Bahkan di moment World Day for Water atau Hari Air Sedunia yang diperingati setiap 22 Maret, gerakan zakat tetap bisa berpartisipasi dan berkontribusi nyata. Hari Air Sedunia atau World Day for Water sendiri adalah perayaan yang ditujukan sebagai usaha-usaha menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan.

Sebagaimana kita tahu, moment inisiatif peringatan ini sejak lama di umumkan pada Sidang Umum PBB ke-47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio De Jeneiro, Brazil. 

Esensi dari peringatan ini adalah bahwa karena air adalah komponen utama adanya kehidupan di muka bumi ini, maka mari meningkatkan penghargaan terhadap air dengan tidak berlaku semena mena terhadap air dimana pun adanya. Tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan limbah atau berlaku boros dalam penggunaan air utamanya air bersih.

Nah, tepat di moment World Day for Water ini kami dari LAZNAS Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) menyempatkan diri berkunjung dan sharring dengan pegiat lingkungan hidup serta para pihak terkait, termasuk komunitas pengguna dan pemanfaat air di Joglo Nusantara Sawangan, Depok.

Joglo ini sendiri berada di pinggir Setu Pengasinan, sebuah Danau alami yang ada di Kota Depok dan kini menuju Daerah pengembangan terpadu.Hadir di acara ini sejumlah mahasiswa, komunitas pegiat lingkungan hidup serta dari masyarakat dan petani lokal yang ada di sekitar lokasi. 

Dari sisi gerakan zakat, IZI tertarik memasuki isu ini justru dengan niat memastikan bahwa anugerah air yang melimpah dari Allah SWT idealnya menjadi sarana kebaikan dan sumber kesejahteraan masyarakat.

Namun faktanya, setelah melihat kondisi sekitar Setu Pengasinan, limpahan air ini masih belum mencerminkan kesejahteraan para petani di sekitarnya. Masih tercatat ada ratusan orang yang hidup dalam garis kemiskinan dan justru seakan bertolak belakang dari begitu melimpahnya air serta tanah subur yang terbentang sekitar setu. 

Kondisi Setu Pengasinan idealnya terus dirawat dan dipertahankan sebagai sumber air alami sekaligus juga sebagai penjaga keseimbangan alam dengan benteng kehijauan di sekitarnya.

Alhamdulillah sampai saat ini Setu Pengasinan ini masih terjaga keasrian dan kondisi wilayahnya. Namun bagi IZI dan gerakan zakat umumnya, tak cukup di situ persoalannya. Ada substansi yang harus diperhatikan bagi kami, yakni soal kesejahteraan warga sekitarnya.

Gerakan zakat yang Allah amanahkan untuk dikelola para aktivisnya tentu saja tidak bisa berhenti pada cara pandang soal penyelamatan lingkungan dan alam semata. Gerakan zakat justru lebih luas dari itu, yakni sebagai rahmatan lil 'alamin.

Sebuah gerakan yang melihat lebih luas pada keterpaduan manusia dan lingkungan sekitar hidupnya. Selain harus menjaga alam, termasuk sumber daya air di dalamnya, gerakan zakat ini juga harus memastikan bahwa mustahik yang berada disekitarnya tak dibiarkan hanya menjadi penonton keindahan alam dan berhenti pada sebagai pegiat dan penjaga kelestariannya.

Ia sebagai mustahik, harus pula memiliki dukungan dari lembaga zakat untuk bisa di support agar ketika ia merawat alam, ia juga tetap bisa hidup layak dan bermartabat. Dengan begitu, semangat merawat alam dan seisinya, termasuk menjaga air yang melimpah di Setu Pengasinan terus bisa ia lakukan dengan penuh semangat.

Akhirnya, kami bersepakat dengan sejumlah hadirin yang ada di sana, untuk menggagas dan merekontruksi kampung sekitar Setu Pengasinan ini sebagai model "Kampung Rahmatan Iil Alamin", yaitu kawasan yang dapat memberikan manfaat bukan hanya kepada manusia sekitarnya namun juga untuk makhluk hidup lainnya.

Dimana alam yang terjaga dan terawat baik idealnya akan menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Ketika ini sudah mewujud, maka pengembangan kawasan ini bisa beranjak ke tahap berikutnya.

Tahap selanjutnya direncanakan akan mengembangkam kawasan ini sebagai kawasan dengan komunitas-komunitasnya yang penuh kreativitas, juga menjadi kawasan yang berbasis pada konsep green culture, green tourism dan tentu saja green economy.

*) Nana Sudiana, S.IP, MM | Direktur Pendayagunaan LAZNAS Inisiatif Zakat Indonesia (IZI)


KOMENTAR

Tinggalkan Pesan

Sign In untuk mendapatkan benefit dengan menjadi member IZI

Lupa Info Akun Anda?

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

TOP