Zakat Payment Gateway (Pilih salah satu)

2 Virtual Account (Faspay)
4 FAQ

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar pembayaran Zakat di IZI, tanyakan kepada Zakat Advisor di 1500047

Jam Operasional

Sen-Jum 8:00 - 17:00
Sabtu & Ahad Tutup!
Kecuali Ramadhan
Buka tiap hari jam 8.00 - 18.00

Asa Seorang Musa, Pemuda Tangguh Asal Banten

Rabu, 19 Apr 2017 by | 610 visitor

JAKARTA (IZI News) - Bingung. Itulah yang dialami oleh Musa (23), pasien asal Banten yang terkena aliran listrik tegangan tinggi ketika sore sampai di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. “Kelalang keliling-keliling aja gitu di RSCM,” kenang Musa, “Mau tidur di mana gitu?”

Sempat terpikir untuk tidur di mushola, tetapi dilarang oleh petugas keamanan. Lalu pindah ke depan ruangan. Namun, tetap tidak boleh juga. Musa yang saat itu bersama kakaknya, Rian, semakin bingung.

Alhamdulillah, sebelum berangkat dari Cilegon, Musa sempat mendapat kontak lembaga zakat yang beroperasional di Banten. Dari lembaga lokal itulah, Musa mendapat kontak petugas Rumah Singgah Pasien (RSP) Inisiatif Zakat Indonesia (IZI). Bajaj pun dipanggil. Mereka melaju menuju RSP IZI. Sayang, karena belum terlalu tahu jalan di Jakarta, Musa sempat berputar-putar di Salemba.

Tak putus semangat, Musa tetap terus menjalin kontak dengan petugas RSP IZI. Akhirnya, lokasi Jalan Salemba 1 Nomor 12A ditemukan. Pada saat itu, petugas RSP IZI menanti di muka rumah, padahal saat itu sudah sekitar pukul 11 malam.

Mereka lalu mempersilakan Musa dan sang Kakak masuk. Memang sudah rezeki, di RSP IZI masih ada tempat untuk Musa dan Rian tinggal. “Alhamdulillah ada yang kosong di IZI-nya,” kenang Musa. “Langsung masuk, dan dapat tempat tidur,” tambah Musa

Bermula di Awal Januari 2016

Saat itu tanggal 3 Januari 2016 atau dua hari setelah tahun baru, Musa diminta untuk masuk kerja. Sudah dua bulan itu beliau ikut seorang kontraktor atau pemborong dalam proyek pemasangan baja ringan. Baru kerja sekitar dua jam, terjadilah musibah yang mengubah hidupnya. Musa terkena aliran listrik dari Sambungan Udara Tegangan Tinggi (Sutet).

Kepalanya tersetrum hingga sampai kaki. Seluruh tubuhnya gosong. Selama 15 hari Musa dirawat dalam keadaan pingsan. Di hari ke-15 ia pun baru sadar. Saat sadar satu kakinya telah diamputasi. Lalu 10 hari setelah sadar, menyusul satu kaki lagi diamputasi.

Sang pemborong yang mempekerjakannya berjanji akan memberi ganti rugi setiap bulan. Namun, sang pemborong kabur tidak bertanggung jawab sama sekali. Bahkan dana untuk Musa yang diberikan dari Perusahaan yang memberi proyek dibawa kabur. Pemborong juga membawa kabur uang proyek yang belum tuntas dikerjakan. Padahal, uang proyek sudah diberikan di muka.

Beruntung, bagi Musa selama masa pengobatan di RS Lokal pengurusan BPJS berjalan lancar sehingga biaya pengobatan gratis. Biaya operasi semua ditanggung BPJS. Hanya obat-obatan yang harus ditebus sendiri.

Rumah sakit di daerahnya tidak sanggup menangani kasus Musa. Mereka merujuk Musa ke RSCM Jakarta. Maka, berangkatlah Musa ke Jakarta untuk berobat.

Selama di RSCM Musa melakukan proses rekonstruksi bagian kepala, dari pemasangan tempurung dan bedah plastik kulit di kepala. Semua pengobatan gratis. Sampai tempat tinggal selama pengobatan pun gratis.

Asa Seorang Musa

Kini Musa telah kembali ke rumahnya di Link Belacu RT 003 RW 002 Kelurahan Tegal Budel Kecamatan Purwakarta Kabupaten Kota Cilegon Provinsi Banten. Pengobatan lanjutan akan dilakukan di Cilegon, termasuk operasi mata.

Ketika tim RSP IZI berkunjung ke rumahnya pada Jumat 14 April 2017, tim disambut dengan hangat. Musa menceritakan kesibukan diri dan keluarganya. Kini, mereka memiliki warung mini di depan rumah. Warung ini dapat diwujudkan karena ada kebaikan hati tetangganya yang meminjamkan modal.

Beliau menceritakan pula bagaimana perjuangan mendapatkan kaki palsu dari komunitas anak-anak muda yang bernama Komunitas Icikiwir. Musa dan komunitas itu harus pergi ke Mojokerto untuk membuat kaki palsu.

Selama perjalanan ke sana, secara bergantian kedua anak muda Komunitas itu menggendong Musa. Selama seminggu mereka harus menetap disana untuk pembuatan kaki palsu. Alhamdulillah selesai dan dapat dipergunakan.

Namun sayang, kini kaki palsu yang ia pakai sedang rusak. Ia berharap mendapat kembali program kaki palsu. Semuanya demi mobilitas yang lebih baik, yang membuatnya lebih mudah bekerja agar dapat membantu ekonomi keluarga.

Musa juga menceritakan asanya agar bisa mendapatkan dana untuk mengembalikan modal yang telah dipinjamkan oleh tetangganya. Semoga Allah SWT mewujudkan asa Musa dan keluarga. Aamiin. (IZI/Ivan/Jakarta)


KOMENTAR

Tinggalkan Pesan

Sign In untuk mendapatkan benefit dengan menjadi member IZI

Lupa Info Akun Anda?

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

TOP