Zakat Payment Gateway (Pilih salah satu)

2 Virtual Account (Faspay)
4 FAQ

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar pembayaran Zakat di IZI, tanyakan kepada Zakat Advisor di 1500047

Jam Operasional

Sen-Jum 8:00 - 17:00
Sabtu & Ahad Tutup!
Kecuali Ramadhan
Buka tiap hari jam 8.00 - 18.00

Bantuan Pengobatan ke M. Hardiyansyah

Rabu, 10 Jan 2018 by | 158 visitor

TANGERANG SELATAN (IZI NEWS) - 5 Januari 2018. Memiliki anak adalah suatu anugrah terbesar yang Allah anugrahkan kepada pasangan yang baru menikah, apalagi jika lahir dalam keadaan normal tanpa ada cacat sedikitpun.

Ternyata hal ini tidak dirasakan oleh pasangan pengantin baru yang dialami oleh Robby Hardiyanto (21) dan Ika Amelia Chairunisa (20). Mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang bernama Muhammad Hardiyansyah yang dilahirkan dalam keadaan tidak normal. Sejak usia kandungan 8 bulan, ibu Ika sudah diberitahu oleh tim dokter RS bahwa anaknya memiliki penyakit herdrosepalus (terdapat cairan dikepala).

Setelah dilahirkan, Muh. Hardiyansyah langsung menjalani operasi di RSUP.Fatmawati. Karena tidak memiliki kelengkapan  data seperti akte lahir, KK dan BPJS, akhirnya operasi tersebut tertunda. 

Setelah selesai mengurus kelengkapan berkas tepatnya saat usia M. Hardiyansyah menginjak 10 bulan, baru dilakukan tindakan operasi dan menjalani rawat inap selama 1 bulan lamanya. Setelah menjalani rawat inap, akhirnya M. Hardiyansyah diperbolehkan pulang dengan syarat harus menjalani terapi dan rawat jalan.

Setelah menjalani rawat jalan selama 2 tahun di RSUP. Fatmawati, kondisi tubuh M. Hardiyansyah drop. Selain karena gizi buruk, juga mengalami kejang-kejang, tidak sadar, dan panas tinggi. Dalam keadaan seperti itu, oleh orang tua M. Hardiyansyah dibawa ke RSUD Tangsel dan masuk ruang IGD. 

Selama 3 hari di ruang IGD, tidak ada tindakan apapun oleh pihak RSUD. Akhirnya M. Hardiyansyah dirujuk ke RSUD Tarakan dan langsung masuk ruang PICU. Saat ini M. Hardiyansyah masih menjalani perawatan di ruang PICU selama 1 bulan. 

Dalam kurun waktu tersebut, orangtua M. hardiyansyah harus bolak balik Cirendeu-RSUD Tarakan. Sudah banyak pula biaya yang dikeluarkan oleh orangtuanya, jika ditotal sudah mencapai angka 4jt lebih. Dana yg telah dikeluarkan tersebut berasal dari dana pribadi dan juga pinjam sana-sini.

Ayah nya bernama Robby hanyalah seorang kolektor disebuah bank dengan gaji perbulan hanya 1,2 juta dan uang makan 30rb/hari. Ibu nya yg bernama Ika hanyalah seorang IRT yg hanya mengurus rumah dan anak saja. 

Mereka bertiga saat ini tinggal disebuah ruamh kontrakan di Jln. Legoso gg. H. Kipin Rt. 06/01, Pisangan, Ciputat Timur, Tangsel, Banten dengan harga sewa per bulan mencapai 600 ribu dan biaya hidup sehari-hari mencapai 30 ribu. 

Dengan kondisi ekonomi yang terbilang pas-pasan, sangat berat rasanya beban yang harus ditanggung oleh keduanya, apalagi saat ini kondisi M. Hardiyansyah memerlukan perhatian khusus dan biaya yang cukup besar agar kondisi anaknya kembali normal.

Dalam keadaan bingung, akhirnya ibu Ika mencoba untuk mengajukan proposal pengobatan ke IZI dengan harapan agar beban hidup yang ditanggung olehnya dapat sedikit teratasi. 

Pada hari selasa (09/01) lalu, LAZNAS IZI memberikan bantuan pengobatan langsung kepada ibu Ika Amalia selaku orangtua dari M. Hardiyansyah di RSUD. TARAKAN. “Terimakasih IZI atas bantuan nya, semoga seluruh amal ibadah bapak diterima Allah SWT”. ucap ibu Marpuah kepada tim LAPORS IZI. (IZI/Murry/Jakarta)


KOMENTAR

Tinggalkan Pesan

Sign In untuk mendapatkan benefit dengan menjadi member IZI

Lupa Info Akun Anda?

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

TOP