Zakat Payment Gateway (Pilih salah satu)

2 Virtual Account (Faspay)
4 FAQ

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar pembayaran Zakat di IZI, tanyakan kepada Zakat Advisor di 1500047

Jam Operasional

Sen-Jum 8:00 - 17:00
Sabtu & Ahad Tutup!
Kecuali Ramadhan
Buka tiap hari jam 8.00 - 18.00

SEMARANG (IZI NEWS) – Awal tahun 2018 diawali dengan penerimaan siswa baru untuk mendapatkan bantuan beasiswa dari Inisiatif Zakat Indonesia (IZI). 

Sasaran penerima manfaat dialokasikan ke SMK 2 dan SMK 8 Semarang. Penerima manfaat merupakan siswa dengan kategori dhuafa.  Jumlah calon penerima beasiswa di SMK 2 berjumlah 7 orang, dan di SMK 8 berjumlah 8 orang.

Masing-masing anak melalui dua tahap seleksi. Seleksi pertama adalah seleksi data. Yang terdiri dari pemaparan mengenai kondisi diri, kondisi keluarga, kondisi rumah, dan prestasi siswa. Seleksi kedua adalah interview. Senin, 8 Januari 2018 proses interview dilakukan di ruang BK SMK 2 Semarang. 

Ketujuh calon penerima beasiswa telah lolos tahap seleksi data, hanya saja ada 1 siswa yang tidak bisa mengikuti interview, sehingga akan diadakan penjadwalan ulang dengan siswa tersebut. Interview dilakukan pada pukul 11.00-13.00 WIB. 

Dari enam calon penerima beasiswa, 5 diantaranya adalah yatim, dan ada 1 siswa yang masih memiliki ayah hanya saja ayahnya meninggalkan dia beserta ibu, kakak, dan adiknya sejak dia berusia 3 tahun. Siswa tersebut bernama Amalia kelas X jurusan Akuntansi.

Proses interview berjalan lancar. Amalia mendapatkan giliran terakhir ketika interview berlangsung. Ketika IZI menanyakan mengenai ayahnya, Amalia pun mulai menitiikkan air mata. Dia menceritakan bagaimana ayahnya meninggalkan dia dan ibunya. Dia juga menceritakan perjuangan ibunya yang harus menghidupi empat orang anak. 

Ibu Amalia bekerja sebagai buruh cuci dari pagi sampai siang. Kemudian pulang ke rumah untuk membuat jamu. Sore harinya, menggunakan motor alakadarnya ibu Amalia berkeliling menjajakan jamunya. 

Tidak banyak penghasilan ibu Amalia, namun sebisa mungkin kebutuhan anak-anaknya terpenuhi. Amalia mendapatkan KIP (Kartu Indonesia Pintar). Kartu tersebut meringankan beban ibu Amalia.

Ada potensi menakjubkan dari seorang Amalia yang terlihat murung dan pendiam ini. Amalia jago menggambar dan menciptakan karakter anime, atau yang lebih dikenal dengan ‘Manga’

Saat proses interview kemarin, Amalia diminta untuk menggambar apapun yang dia suka, dan Amalia pun menghasilkan dua karakter yang bernama Maiya Hideko dan Miki Hotaru. 

Amalia secara produktif menciptakan karakter, hanya saja karena bakat yang dia miliki belum mendapat dukungan sepenuhnya dampaknya karakter dan cerita ciptaan Amalia berlum bisa terealisasi dalam bentuk komik.

Beasiswa IZI juga akan menyalurkan potensi potensi seperti yang dimiliki Amalia. Pada saat proses interview, IZI pun menjelaskan bahwa setiap siswa harus memiliki komitmen untuk mengikuti program yang diadakan oleh IZI secara rutin. (IZI/Kiky/Jateng)


KOMENTAR

Tinggalkan Pesan

Sign In untuk mendapatkan benefit dengan menjadi member IZI

Lupa Info Akun Anda?

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

TOP