Zakat Payment Gateway (Pilih salah satu)

2 Virtual Account (Faspay)
4 FAQ

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar pembayaran Zakat di IZI, tanyakan kepada Zakat Advisor di 1500047

Jam Operasional

Sen-Jum 8:00 - 17:00
Sabtu & Ahad Tutup!
Kecuali Ramadhan
Buka tiap hari jam 8.00 - 18.00

Bersih-Bersih Kepemimpinan

Kamis, 09 Mar 2017 by | 501 visitor

DARI deretan nama-nama besar yang telah ikut mewarnai wajah dunia dalam berbagai skalanya: Umar bin Khatab, Stalin, Steve Job, Adolf Hitler, Sultan Al Fatih, Mahatma Gandhi, Alex Ferguson, Nelson Mandela, Erdogan, manakah yang kira-kira layak disebut pemimpin hebat?

Topik kepemimpinan memang selalu relevan dan ramai dibicarakan karena sangat penting dan pengaruh hebatnya dalam setiap episode dan di semua ranah kehidupan. Bagaimana kuasa, otoritas, dan kekuatan pengaruh dapat menyebabkan maslahat atau bahkan malapetaka.

Barbara Kellerman (2004) dalam salah satu publikasi lawas di Harvard Business School mencoba mengurai tema yang berbeda dalam topik hangat ini yaitu dengan mengupas sisi-sisi gelap kepemimpinan (bad leadership).

Melalui studi literasi yang luas dan panjang berbasis praktek para pemimpin sepanjang sejarah kehidupan, riset tersebut berupaya untuk mencari benang merah dari jawaban atas pertanyaan: Siapakah pemimpin yang gagal itu? Apakah kriteria pemimpin yang buruk alih-alih pemimpin baik yang selama ini lebih kita kenal? Jawaban dari Kellerman ternyata sederhana saja: Bad Leadership is in-effective and un-ethical.

In-effective menunjukkan kegagalan seorang pemimpin untuk membawa perubahan yang dicanangkan baik karena tidak kompeten, sangat kaku, maupun tak memiliki kemampuan pengendalian diri yang cukup.

Dalam bahasa Al Quran ketika menggambarkan sosok pemimpin agung Dzulqarnain, Allah SWT menyebutkannya dengan redaksi: “Sungguh Kami telah meneguhkan kedudukanya di muka bumi dan mengumpulkan untuknya seluruh sebab keberhasilan. Dan ia pun menggunakan sebab-sebab itu”. (QS Al Kahfi: 84-85). Sosok yang mampu mengumpulkan dan menggunakan seluruh sebab-sebab untuk sukses.

Un-ethical terkait integritas moral seorang pemimpin yang gagal membedakan hal yang baik dan buruk. Keras hati dan tidak peduli (callous), korup, tidak bertanggung jawab (insular), maupun melakukan intimidasi dan penindasan (evil) baik secara fisik maupun psikis kepada orang lain.

“(Dzulqarnain) berkata: Barangsiapa berbuat zalim kami akan menghukumnya, lalu dia dikembalikan kepada Tuhanya, kemudian Tuhan mengazabnya dengan azab yang sangat keras. Adapun orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka dia mendapat (pahala) yang terbaik sebagai balasan, dan kami akan sampaikan kepadanya perintah yang mudah”. (QS Al Kahfi: 87-88).

Pemimpin yang buruk bisa eksis dan makin merajalela bukan hanya karena dirinya sendiri, tapi pasti karena disana terdapat dukungan para pengikut (followers) yang juga buruk. Dalam teori “Leadership Bonding” disebutkan: A leader can not lead unless followers follow, actively or passively.

Hal tersebut sangat mungkin terjadi karena bertemunya kepentingan, karakter dan perilaku individu-individu yang terlibat dengan kepentingan kelompok: aktualisasi dan identitas kelompok, keteraturan, kohesi sosial, maupun kepentingan lainnya.

Oleh karena itu menjadi sangat dimengerti jika upaya-upaya untuk memunculkan pemimpin yang baik dan hebat di satu sisi, serta bersih-bersih pemimpin yang buruk di sisi lain, akan selalu menemui kegagalan jika tidak disertai dengan upaya simultan untuk mendidik para followers yang juga baik serta membersihkan para followers yang jahat: We can’t expect to reduce the number of bad leaders unless reduce the number of bad followers. Wallahu a’lam bishshowab.

*) Wildhan Dewayana, ST, M.Si | Direktur Utama LAZNAS Inisiatif Zakat Indonesia (IZI)


KOMENTAR

Tinggalkan Pesan

Sign In untuk mendapatkan benefit dengan menjadi member IZI

Lupa Info Akun Anda?

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

TOP