Zakat Payment Gateway (Pilih salah satu)

2 Virtual Account (Faspay)
4 FAQ

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar pembayaran Zakat di IZI, tanyakan kepada Zakat Advisor di 1500047

Jam Operasional

Sen-Jum 8:00 - 17:00
Sabtu & Ahad Tutup!
Kecuali Ramadhan
Buka tiap hari jam 8.00 - 18.00

JAKARTA (IZI News) - Hampir 90.000 warga etnis Rohingya Myanmar mengungsi ke Bangladesh sejak gelombang krisis kemanusiaan merebak di Myanmar akhir Agustus lalu. Krisis kemanusiaan di Rohingya dimulai sejak 25 Agustus telah memakan korban sedikitnya 400 orang.

Direktur Utama Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Wildhan Dewayana menyatakan krisis kemanusiaan di Rohingya harus diselesaikan melalui pendekatan yang komperhensif agar menemukan titik temu dan solusi jangka panjang.

“Krisis kemanusiaan yang terjadi di Rohingya Myanmar, tentu harus diselesaikan dengan pendekatan yang komperhensif agar permasalahan ini dapat menemukan titik temu dan solusi jangka panjang,” kata Wildhan saat memimpin Konferensi Pers IZI Peduli Rohingya di Kantor Pusat IZI, Jakarta pada Jumat (8/9/2017).

Menurutnya, jumlah korban krisis kemanusiaan di Rohingya mayoritas berasal dari kalangan Muslim. Hal tersebut baginya harus diperjuangkan demi keberlangsungan hidup mereka. "Mayoritas penduduk di Rohingya adalah Muslim, dan hal ini wajib kita bela semaksimal mungkin. Bahkan kita harus bantu dengan apa-apa yang kita mampu,” tegas Wildhan

Wildhan menambahkan, hasil penggalangan dana Zakat, Infak dan Sedekah yang akan dihimpun selama 30 hari ke depan, nantinya akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan nasional PKPU Human Initiative yang telah teregistrasi dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) serta tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM).

“Hasil penggalangan dana Zakat, Infak dan Sedekah yang akan kami himpun selama 30 hari ke depan, selanjutnya akan kami salurkan melalui mitra strategis kami yaitu lembaga kemanusiaan nasional PKPU Human Initiative yang telah teregistrasi dari Perserikatan Bangsa-bangsa, serta tergabung dalam Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM),” tambah Wildhan

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pendayagunaan PKPU Human Initiative, Tommy Hendrajati menyambut baik, serta menyatakan bahwa pihaknya telah membangun sarana pendidikan dan pemukiman untuk korban krisis kemanusiaan di Rohingya tahun lalu.

“Sejak krisis kemanusiaan di Rohingnya pada tahun 2012 banyak sekolah yang tidak terurus. Sehingga tahun lalu, kami membangun sekolah dan pemukiman untuk korban krisis kemanusiaan di Rohingya,” ujar Tommy.

Menurutnya, dalam peresmian pembangunan sarana pendidikan dan pemukiman warga di Rohingnya turut diresmikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Indonesia, Retno Marsudi. “Saat itu Menlu Retno Marsudi turut hadir dan meresmikan sekolah serta pemukiman untuk korban krisis kemanusiaan di Rohingya Myanmar,” pungkas Tommy. (IZI/Ricky AH/Jakarta)


KOMENTAR

Tinggalkan Pesan

Sign In untuk mendapatkan benefit dengan menjadi member IZI

Lupa Info Akun Anda?

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

TOP