Zakat Payment Gateway (Pilih salah satu)

2 Virtual Account (Faspay)
4 FAQ

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar pembayaran Zakat di IZI, tanyakan kepada Zakat Advisor di 1500047

Jam Operasional

Sen-Jum 8:00 - 17:00
Sabtu & Ahad Tutup!
Kecuali Ramadhan
Buka tiap hari jam 8.00 - 18.00

GUNUNGKIDUL (IZI News) - Sampah adalah sisa kegiatan sehari hari manusia atau proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang (UU No 18 Tahun 2008).

Setiap kegiatan manusia sebagian besar menghasilkan sampah. Sampah yang dihasilkan ada yang dapat terurai oleh proses alam (sampah organik), dan tidak dapat terurai oleh reaksi alam biasa (non organik).

Sudah barang tentu sampah perlu diolah dan dikelola dengan baik agar tidak merugikan manusia dan lingkungan. Pengelolaan sampah paling mudah adalah saat timbulnya sampah, yaitu awal dimana sampah tersebut tercipta.

Edukasi mengenai pengelolaan sampah dilakukan oleh tim project berbagi air Majelis Taklim XL (MTXL) dan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI). Edukasi dilaksanakan di program air Dusun Sawur, Desa Sawahan, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Materi edukasi difokuskan pada pengelolaan sampah non organik, karena sampah golongan ini butuh perlakuan khusus.

Kegiatan dilaksanakan di rumah ibu Nur Hidayati, dihadiri 20 orang kader, Rabu (11/1/2017) pukul 13.20-15.00 WIB. Diawali dengan melaksanakan praktek CTPS oleh semua warga. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya dimana setiap akan pendampingan harus cuci tangan pakai sabun.

Materi yang disampaikan oleh Kadiv Pengurangan Sampah BLH Kota Yogyakarta Ahmad Nur Syahit adalah tentang pengelolaan sampah keluarga dan teknologi tepat guna dalam pengurangan sampah.

Warga begitu antusias memperhatikan materi yang disampaikan. Saat materi teknologi tepat guna pemateri memperlihatkan produk hasil olahan sampah. Produk-produk tersebut seperti kursi ecobreak, dompet, tempat pensil, dan lainnya. Semua produk berasal dari limbah plastik. Warga sangat penasaran dengan produk yang dibawa. Ada beberapa warga yang mencoba melihat produk kursi ecobreak.

Menanggapi materi yang telah disampaikan banyak dari peserta yang menanyakan terkait produk-produk yang berasal dari limbah plasti. Salah satunya ibu Wardhani.

“Kalau ditempat kami hanya sampah yang laku saja yang kami kumpulkan. Kalau seperti plastik bekas itu kami bakar. Namun setelah melihat dan mengikuti kegiatan ini saya jadi paham, ternyata mengolah sampah itu mudah dan harus dilakukan dari keluarga saya sendiri. Terima kasih atas pengetahuannya, kami harap ada pelatihan mengenai kreativitas pengurangan sampah ini,” ujar Wardhani. (IZI/Rohmad/Yogyakarta)


KOMENTAR

Tinggalkan Pesan

Sign In untuk mendapatkan benefit dengan menjadi member IZI

Lupa Info Akun Anda?

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

TOP < script type = "text/javascript" > $(function () { $('#change-image').on('click', function () { $(this).prev('.captcha-image').attr('src', ($(this).data('src') + '?' + Math.random())); $(this).next('#captcha').focus(); }); $('#datetimepicker4').datetimepicker({ pickTime: false }); }); $zopim(function () { $zopim.livechat.window.setTitle('Questions? Chat with Us'); $zopim.livechat.window.setColor('#a2ca2b'); // $zopim.livechat.theme.setColors({badge: '#a2ca2b', primary: '#000000'}); $zopim.livechat.theme.reload(); // apply new theme settings });