Zakat Payment Gateway (Pilih salah satu)

2 Virtual Account (Faspay)
4 FAQ

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar pembayaran Zakat di IZI, tanyakan kepada Zakat Advisor di 1500047

Jam Operasional

Sen-Jum 8:00 - 17:00
Sabtu & Ahad Tutup!
Kecuali Ramadhan
Buka tiap hari jam 8.00 - 18.00

Portable Acuity

Selasa, 22 Agu 2017 by | 171 visitor

Oleh: Elmo Juanara, ST


Bagaimana dengan makna dari sebuah kemampuan yang bisa dibawa kemana-mana dan berguna untuk orang lain. Suatu ketika, disore hari dalam sebuah majelis ilmu di mushola rindang FT UB terdapat sebuah kajian rutin yang diadakan oleh forum silaturahim lembaga rohis.

Seorang pembicara dari kajian tersebut adalah seorang dosen, beliau seorang alumni dari Queensland University of Technology di Australia. Sepanjang beliau menyampaikan materi, beliau banyak bercerita mengenai mukjizat atau keutamaan dari istighfar yang membantu beliau dalam menyelesaikan studynya.

Coba teman - teman bayangkan. Pukul 12 malam adalah batas waktu pengumpulan ide proposal disertasi sedangkan hingga pukul 9 malam, sang dosen tersebut masih belum menemukan selintas ide pun. Tapi tiba - tiba beliau teringat akan sebuah kisah dari Imam Hanafi dan ulama-ulama besar Islam akan keuatamaan dari sebuah istighfar.

Dilakukanlah Istighfar. Beliau merenung sambil duduk di depan komputer, sambil menundukkan kepala sembari berdzikir. Ajaibnya mendekati H min beberapa menit, di menit - menit terakhir waktu pengumpulan, tiba - tiba terlintas sebuah ide jernih yang menjadi bahan disertasi beliau.

Dan dari ide itulah disertasi dikembangkan, kemudian beliau menyelesaikan disertasi PhD-nya di Queesnland University of Technology. Dan masih banyak cerita dari beliau lagi saat mengisi kajian yang membuat saya tergugah untuk menapaki Islam lebih dalam.

Oiya teman - teman, berbicara tentang Islam, saya teringat seorang syaikh, Hasan al Banna, bahwasanya kita sebagai seorang muslim, minimal harus memiliki suatu keahlian yang itu menjadi ciri khas dan senjata kita. dengan memiliki keahlian maka seorang muslim akan memiliki izzah atau harga diri di mata manusia lainnya. Dan dengan keahlian juga, seorang muslim dapat bermanfaat bagi orang lain.

Misalnya di rumah saya ada seorang arsitek muslim yang sebutnya saja namanya Ustadz Yasin. Beliau seorang aktivis dakwah Haraki. Segala aktifitas hariannya adalah terkait dengan dakwah. Tapi tahukah teman - teman.

Beliau adalah seorang arsitek, insinyur yang pandai sekali membangun rumah, salah satunya masjid Daarul ‘Uluum dekat rumah. Renovasi masjid didesain langsung oleh Ustadz Yasin tanpa melibatkan arsitek dari luar. Sehingga lebih minim biaya. Itu adalah satu keahlian muslim yang dapat digunakan dalam masyarakat luas. Kamu ? Apakah kamu sudah menemukan keahlianmu ?

Beberapa puluh tahun yang lalu, di sebuah kota di Kairo Mesir, ada seorang Al Muhandis atau engineer yg sangat ditakuti oleh yahudi atau musuh Islam. Beliau adalah salah satu dari anggota gerakan Islam yang gerak-geriknya mulai dicurigai oleh para pembenci islam. Beliau adalah orang yang berbahaya, karena beliau adalah orang yang memiliki racikan alat atau benda yang dapat menghancurkan markas musuh.

Berbekal pemahaman dasar terkait keelektrikan dalam bidang elektro, beliau dapat merakit bom untuk melawan musuh - musuh Islam. Keberadaannya sangat sulit diketahui. Para musuh Islam mencari beliau, tetapi ketika dicari, beliau sudah berpindah ke tempat lain. Seperti spy.

Hingga pada saat pembunuhannya pun tidak bisa dibunuh secara langsung. Beliau dikhianati oleh seorang pamannya melalui sebuah telepon, yang mana telfonnya itu berisi bahan peledak yang meledak pada saat itu. Teman - teman tahu siapa nama Al Muhandits itu ? Yap! Yahya Ayyas, atau al muhandis (engineer).

Sidang pembaca yg budiman, apapun profesi kita, apapun latar belakang kita, dimanapun kita tinggal, kita adalah dai sebelum profesi lainnya. Nahnu du’at qabla kulli syaiin. Menjadi seorang muslim di abad 21 ini, haruslah bermetamorfosa menjadi seorang muslim yang bisa di 'eksploitasi'.

Atau dalam bahasa saya adalah portable muslim acuity. Maksudnya adalah bahwa muslim harus mempunyai kemampuan yang bisa dibawa kemanapun, seperti teman - teman membawa power bank kemana-mana. Dan power bank itu akan berguna sebagi charge untuk teman - teman ataupun yang lain.

Milikilah kemampuan portable acuity. Dengan demikian keberadaan kita akan bermanfaat dimanapun kita berada. Dengan demikian akan banyak orang yang terbantu dengan kemampuan kita.

Sungguh, kita diciptakan di bumi ini untuk menjadi khalifah. Khalifah erat kaitannya dengan pemimpin, dan pemimpin erat kaitannya dengan melayani masyarakat. Temukan keahlianmu dan dedikasikan diri untuk umat.

*) Elmo Juanara, ST - Marketing Strategi IZI


KOMENTAR

Tinggalkan Pesan

Sign In untuk mendapatkan benefit dengan menjadi member IZI

Lupa Info Akun Anda?

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

Silahkan masukan alamat email, untuk mendownload dokumen

TOP