Sekolah Pendamping RSP IZI Jateng: Kuatkan Peran Keluarga dalam Mendampingi Pejuang Kanker

Semarang – Jumat (24/7) sore, Rumah Singgah Pasien IZI Jawa Tengah kembali menggelar Sekolah Pendamping di ruang tengah rumah singgah selepas salat Asar hingga menjelang Magrib. Kegiatan yang dipandu oleh dr. Agustin ini mengangkat tema “Pendamping Pasien Kanker: Lebih dari Sekadar Obat.” Tema tersebut dipilih karena mayoritas penghuni RSP IZI Jawa Tengah merupakan pejuang kanker yang datang bersama anggota keluarga sebagai pendamping selama menjalani pengobatan di RSUP Dr. Kariadi. Melalui materi ini, para pendamping diajak memahami bahwa kehadiran mereka bukan sekadar menemani berobat, tetapi menjadi bagian penting dalam perjalanan kesembuhan pasien.

Dalam pemaparannya, dr. Agustin menjelaskan bahwa diagnosis kanker sering menjadi titik balik kehidupan, baik bagi pasien maupun keluarga. Seorang pendamping berperan sebagai penghubung antara pasien dan tenaga kesehatan, membantu memahami diagnosis, pilihan terapi, efek samping, hingga memastikan setiap informasi dari dokter benar-benar dipahami. Pendamping juga diharapkan mampu mengenali perubahan kondisi pasien sejak dini, sekaligus menjadi sumber kekuatan emosional dan spiritual. Namun di balik peran besar tersebut, dr. Agustin mengingatkan adanya risiko caregiver burnout, yaitu kondisi ketika pendamping terlalu fokus merawat pasien hingga mengabaikan kesehatan fisik maupun mentalnya sendiri.

“Pendamping yang baik bukan berarti harus kuat setiap saat. Belajarlah menetapkan batas yang sehat, jangan memikul semua beban sendirian, tetap jaga kesehatan diri sendiri, dan syukuri setiap kemajuan sekecil apa pun. Karena kualitas hidup pasien juga sangat dipengaruhi oleh pendamping yang sehat,” pesan dr. Agustin kepada seluruh peserta. Beliau juga mengajak para pendamping untuk tidak ragu meminta bantuan ketika dibutuhkan dan membangun sistem pendukung agar dapat terus mendampingi pasien dengan optimal.

Suasana berlangsung hangat dan interaktif. Para penghuni rumah singgah tampak antusias menyampaikan pertanyaan serta berbagi pengalaman mendampingi anggota keluarga yang sedang berjuang melawan kanker. Salah satunya adalah Dia yang menceritakan pengalamannya menjalani pengobatan dengan pendampingan kedua orang tua secara bergantian karena tetap harus membagi waktu untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendamping semakin memahami bahwa merawat pasien juga berarti merawat diri sendiri, sehingga dapat terus menjadi sumber semangat bagi orang-orang tercinta dalam menjalani proses pengobatan.

[AC/JTG – @inisiatifzakat_jateng]