Istighfar Jadi Penguat Hati, Kajian di Rumah Singgah Pasien IZI Jateng Ajak Pasien Kembali kepada Allah

Semarang – Rumah Singgah Pasien (RSP) IZI Jawa Tengah kembali menggelar kajian keislaman bagi pasien dan keluarga pendamping dengan mengangkat tema “Kembali kepada Allah dengan Taubat dan Membiasakan Istighfar”. Dalam kajian tersebut, Ken Ulinnuha mengingatkan bahwa setiap manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan. Namun, Allah SWT mencintai hamba-Nya yang bertaubat, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 222. Ia menjelaskan bahwa taubat yang diterima Allah harus disertai dengan penyesalan atas dosa, berhenti dari perbuatan maksiat, bertekad tidak mengulanginya, serta mengembalikan hak orang lain atau meminta maaf apabila berkaitan dengan sesama.

Dalam penyampaiannya, Ken juga mengajak seluruh penghuni RSP untuk membiasakan istighfar sebagai amalan sehari-hari. Menurutnya, istighfar merupakan bentuk permohonan ampun kepada Allah atas segala dosa yang telah diperbuat. Ia mencontohkan keteladanan Rasulullah SAW yang tetap memperbanyak istighfar meski telah dijamin masuk surga.

“Rasulullah SAW yang telah diampuni dosa-dosanya saja masih beristighfar lebih dari 70 kali, bahkan hingga 100 kali dalam sehari. Maka kita yang masih sering berbuat salah sudah seharusnya lebih semangat membiasakan istighfar,” tutur Ken. Ia juga mengenalkan salah satu bacaan istighfar yang utama, yaitu Sayidul Istighfar.

Kepada para pasien dan keluarga yang sedang berjuang memperoleh kesembuhan, Ken menyampaikan bahwa sakit bukan hanya ujian, tetapi juga dapat menjadi jalan penghapus dosa dan pengangkat derajat di sisi Allah SWT. “Tetaplah berdoa dan semangat beristighfar meski sedang sakit. Istighfar bukan hanya menghapus dosa, tetapi juga menjadi pembuka pintu keberkahan dan salah satu sebab dikabulkannya doa,” pesan Ken kepada para penghuni RSP.

Menjelang akhir kajian, salah satu keluarga pasien asal Tegal, Bapak Kusidik, bertanya mengenai waktu terbaik untuk memperbanyak istighfar. Ia juga berbagi bahwa dirinya telah terbiasa membaca istighfar berkali-kali setiap hari. Menjawab pertanyaan tersebut, Ken menjelaskan bahwa istighfar dapat dilakukan kapan saja, namun waktu yang paling mudah untuk membiasakannya adalah setelah salat.

[AC/JTG – @inisiatifzakat_jateng]