Belasan Tahun Tak Pernah Rasakan Qurban, Warga Pelosok Solok Akhirnya Nikmati Qurban Olahan dari IZI Sumatera Barat

Solok (28/7/26) – Penantian panjang masyarakat Jorong Kampung Tengah, Nagari Sungai Pancuran, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, akhirnya terjawab. Setelah bertahun-tahun tidak pernah merasakan pembagian daging qurban, sebanyak 35 penerima manfaat di daerah pelosok tersebut akhirnya dapat menikmati Program Qurban Olahan yang disalurkan oleh Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Sumatera Barat. Kebahagiaan itu menjadi bukti bahwa amanah qurban para donatur mampu menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini minim akses terhadap distribusi hewan qurban.

Terletak di kawasan pegunungan Kabupaten Solok, Jorong Kampung Tengah merupakan salah satu daerah yang selama ini hampir tidak pernah menerima distribusi qurban. Keterbatasan akses dan kondisi geografis menyebabkan masyarakat harus bertahun-tahun menunggu datangnya momen berbagi yang kerap dinikmati masyarakat di daerah lain. Melalui Program Qurban Olahan, IZI Sumatera Barat menyalurkan 35 paket qurban olahan kepada masyarakat yang membutuhkan. Produk qurban yang telah diolah secara higienis ini memiliki masa simpan lebih panjang sehingga menjadi solusi untuk mendistribusikan manfaat qurban ke wilayah-wilayah terpencil yang sulit dijangkau.

Kepala Bidang Pendayagunaan dan Penyaluran Zakat (PPZ) IZI Sumatera Barat, Ksatrya Herizon Putra, mengatakan bahwa pemerataan manfaat qurban merupakan salah satu komitmen IZI dalam menghadirkan kebahagiaan Iduladha hingga ke pelosok negeri. “Alhamdulillah, tahun ini amanah qurban dari para donatur kembali kami salurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk di Jorong Kampung Tengah, Nagari Sungai Pancuran. Wilayah ini menjadi salah satu daerah yang sudah bertahun-tahun belum menikmati pembagian qurban. Sebanyak 35 penerima manfaat hari ini dapat merasakan kebahagiaan Iduladha melalui Program Qurban Olahan. Kami berharap program ini dapat menghadirkan senyum bagi masyarakat sekaligus menjadi bukti bahwa kepedulian para donatur mampu menjangkau daerah-daerah yang selama ini sulit mendapatkan qurban. Terima kasih kepada seluruh pekurban dan donatur yang telah mempercayakan ibadah qurbannya melalui IZI. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir.” ujar Ksatrya.

Rasa syukur begitu terasa dari masyarakat yang menerima bantuan. Bagi mereka, kedatangan Program Qurban Olahan bukan sekadar menerima makanan, tetapi juga menjadi simbol hadirnya kepedulian dari saudara-saudara mereka yang berada di berbagai daerah. Salah seorang penerima manfaat, Nisma Winda, mengaku terharu karena untuk pertama kalinya setelah sekian lama kampungnya kembali merasakan pembagian qurban. “Selama bertahun-tahun kami belum pernah mendapatkan qurban di sini. Alhamdulillah sekarang akhirnya kami bisa merasakan manfaatnya. Terima kasih kepada IZI dan seluruh donatur yang telah mengingat kami. Semoga Allah membalas semua kebaikan bapak dan ibu donatur.” tutur Nisma.

Hal senada disampaikan oleh Candra, yang mengungkapkan bahwa masyarakat di kampungnya memang sangat jarang bahkan hampir tidak pernah menikmati daging qurban. “Di sini memang sejak dulu tidak ada qurban. Jangankan sapi, kambing pun tidak pernah ada. Alhamdulillah kami sangat bersyukur menerima qurban olahan ini. Terima kasih kepada bapak dan ibu donatur yang telah berbagi kebahagiaan dengan kami. Semoga Allah membalas semua kebaikannya.” ucap Candra.

Program Qurban Olahan merupakan salah satu inovasi IZI dalam memperluas manfaat ibadah qurban. Produk qurban yang telah diolah memungkinkan distribusi dilakukan hingga ke daerah-daerah terpencil, wilayah rawan bencana, maupun kawasan yang minim pelaksanaan penyembelihan hewan qurban. Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan nikmatnya berbagi di Hari Raya Iduladha. Melalui program ini, IZI Sumatera Barat berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Amanah yang dititipkan para donatur bukan hanya menghadirkan pangan bergizi, tetapi juga membawa harapan, kebahagiaan, dan rasa bahwa masyarakat di pelosok negeri tidak pernah ditinggalkan.

[Oleh: Sinthiya Adela Fitri – @inisiatifzakat_sumbar]