JNE dan IZI Adakan Kick Off Program JNE Peduli UMKM, Dukung 32 Pelaku Usaha Mikro Menuju Kemandirian Finansial

Jakarta Timur (5/8/26) – JNE bekerja sama dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) resmi meluncurkan Program JNE Peduli UMKM sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penguatan kapasitas pelaku usaha mikro. Kick Off Program yang diselenggarakan di Kantor Perwakilan IZI Jakarta pada Rabu (5/8) ini menjadi wujud nyata kolaborasi dunia usaha dan lembaga zakat dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Program JNE Peduli UMKM tahun 2026 akan memberdayakan 32 pelaku usaha mikro melalui pendekatan yang komprehensif. Para peserta tidak hanya menerima modal usaha dan sarana usaha, tetapi juga akan mengikuti pelatihan kewirausahaan, memperoleh pendampingan intensif selama enam bulan, serta mendapatkan pembinaan keislaman sebagai upaya membangun karakter wirausaha yang profesional, mandiri, dan berintegritas.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Perwakilan IZI Jakarta, Herlan, menyampaikan bahwa zakat memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan konsumtif masyarakat. “Program yang kita luncurkan hari ini merupakan amanah dari zakat, infak, dan sedekah para karyawan JNE yang telah dipercayakan kepada IZI. Amanah ini kami kelola agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi para pelaku usaha mikro. Program ini bukan hanya memberikan modal usaha atau peralatan. Yang lebih penting adalah adanya proses pendampingan, pelatihan, hingga pembinaan agar usaha para penerima manfaat dapat tumbuh secara berkelanjutan. Harapan kami, para penerima manfaat dapat menjadi pribadi yang mandiri dan kelak mampu memberikan manfaat bagi orang lain.” ujar Herlan.

Sementara itu, Head of Employee Engagement Department JNE, Wahyu, menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi nilai perusahaan Connecting Happiness, yaitu menghadirkan kebahagiaan dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Selama ini masyarakat mengenal JNE sebagai perusahaan jasa pengiriman. Namun di balik itu, kami memiliki semangat ‘Connecting Happiness’, yaitu menghadirkan kebahagiaan melalui setiap pekerjaan yang kami lakukan, termasuk dengan mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini bukan sekadar memberikan bantuan usaha, tetapi juga pendampingan selama enam bulan agar para pelaku UMKM memiliki keterampilan, wawasan, dan kemampuan mengembangkan usahanya. Kami berharap bantuan yang diterima hari ini menjadi awal perjalanan menuju usaha yang lebih maju, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.” tutur Wahyu.

Rasa syukur juga disampaikan oleh salah satu penerima manfaat, Ahmad Basuki, pelaku usaha mie ayam yang telah merintis usahanya sejak awal tahun 2000-an. Ia mengaku usahanya sempat mengalami penurunan drastis pada masa pandemi COVID-19, namun tetap berusaha bertahan demi memenuhi kebutuhan keluarga. “Hari ini kami merasa sangat bersyukur dan berterima kasih kepada JNE melalui Program JNE Peduli UMKM serta kepada Inisiatif Zakat Indonesia yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada para pelaku usaha kecil seperti kami. Bantuan ini menjadi penyemangat sekaligus harapan baru bagi kami untuk mengembangkan usaha agar menjadi lebih baik.” ucap Ahmad.

Melalui Program JNE Peduli UMKM, JNE dan IZI menargetkan lahirnya pelaku usaha mikro yang mandiri secara finansial, memiliki kapasitas usaha yang lebih baik, serta mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dengan menggabungkan bantuan usaha, peningkatan kapasitas, pendampingan intensif, dan pembinaan spiritual, program ini diharapkan dapat menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara dunia usaha dan lembaga filantropi dapat menghadirkan solusi nyata dalam membangun kemandirian ekonomi, sehingga semakin banyak masyarakat yang mampu bangkit, berkembang, dan pada akhirnya menjadi bagian dari rantai kebaikan bagi sesama.

[sae/frd – @inisiatifzakat_jakarta]