Semarang – Wastiah (46), pasien Rumah Singgah Pasien IZI Jawa Tengah asal Kabupaten Tegal, menjalani perjalanan pengobatan yang tidak singkat. Sebelumnya, Wastiah kerap mengalami nyeri hebat hingga pingsan saat menstruasi. Setelah memberanikan diri memeriksakan kondisi pada 2024, dokter menemukan miom, kista, dan penebalan dinding rahim yang mengharuskannya menjalani operasi pengangkatan rahim. Keputusan tersebut sempat menjadi pergulatan batin karena Wastiah belum dikaruniai anak, namun dukungan suami membuatnya mantap menjalani pengobatan. Tiga bulan setelah operasi, pemeriksaan payudara yang sebelumnya juga memiliki keluhan menunjukkan adanya tumor ganas, dan Wastiah harus menjalani mastektomi payudara sebelah kiri.
Setelah operasi, Wastiah menjalani enam kali kemoterapi secara rawat jalan. Pada awalnya ia didampingi suami, kemudian bergantian dengan keponakan karena suaminya harus tetap bekerja. Setelah kemoterapi selesai, dokter menjadwalkan radioterapi sebanyak 16 kali yang harus dilakukan setiap hari dan ditambah 5 kali maka total 21 kali. Kondisi tersebut membuat Wastiah dan keponakannya sempat kebingungan mencari tempat tinggal sementara di Semarang. Di tengah pencarian itu, seorang pasien yang mengetahui kebutuhannya merekomendasikan Rumah Singgah Pasien IZI Jawa Tengah melalui informasi dari Kirun dan Atun, penghuni lama RSP IZI Jateng.
Setelah mendapatkan informasi lebih lengkap, Wastiah segera menghubungi Rumah Singgah Pasien IZI Jawa Tengah. Ia bahkan sebelumnya telah menyiapkan berbagai perlengkapan seperti piring, gelas, sendok, bantal, dan termos karena mengira tempat singgah yang akan ditempati hanya menyediakan ruangan kosong. Namun, kekhawatiran tersebut terjawab setelah mengetahui bahwa RSP IZI Jateng menyediakan tempat tinggal, konsumsi, layanan ambulans, serta berbagai dukungan lainnya secara gratis. Saat ini Wastiah menjalani radioterapi dengan dukungan yang tidak hanya datang dari keluarga, tetapi juga dari lingkungan rumah singgah.
“Saya bersyukur sekali bisa di Rumah Singgah Pasien IZI. Meski saya belum punya momongan dan harus jauh dari suami, awalnya didampingi keponakan, sekarang saya sendiri karena keponakan juga harus mengurus anaknya. Tapi di sini saya mendapatkan teman dan keluarga baru, semuanya juga difasilitasi. Terima kasih banyak IZI dan Rumah Singgah. Semoga nanti kalau saya ke Semarang dan sudah selesai pengobatan, saya bisa mampir lagi untuk silaturahmi,” tutur Wastiah.
Semoga ikhtiar pengobatan yang dijalani dimudahkan hingga selesai dan Wastiah diberikan kesehatan serta kesembuhan untuk kembali berkumpul bersama keluarga.
[AC/JTG-@inisiatifzakat_jateng]




