Jakarta (11/8/26) – Di usianya yang baru menginjak 7 tahun, Jihan Aisyah Fadhilah harus menjalani perjuangan panjang menghadapi berbagai kondisi kesehatan. Jihan mengalami keterlambatan tumbuh kembang akibat gangguan pada otak kecil, gangguan pendengaran, disabilitas intelektual, penglihatan minus tinggi, serta masalah amandel di tenggorokan dan belakang hidung. Perjalanan pengobatan Jihan telah dimulai sejak dirinya berusia 8 bulan. Saat itu, berat badan Jihan tidak mengalami peningkatan seperti anak pada umumnya. Kondisinya kemudian semakin memburuk karena mengalami demam, kejang, dehidrasi hingga berada dalam kondisi krisis.
Jihan sempat dibawa berobat ke salah satu rumah sakit di Tangerang. Namun, karena terkendala biaya, keluarga kemudian mencari alternatif pengobatan dan membawa Jihan ke RS Pelni. Di rumah sakit tersebut, Jihan sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICU selama empat hari dan menjalani perawatan sekitar satu bulan. Karena kondisi gizi buruk serta adanya gangguan tumbuh kembang, Jihan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Setelah menjalani pemeriksaan di RSCM, Jihan juga diketahui mengalami TB paru. Saat ini, Jihan masih menjalani proses pengobatan dan dijadwalkan untuk menjalani tindakan operasi. Namun, pelaksanaan operasi masih menunggu persetujuan dari ayahnya.

Jihan merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Kondisi kesehatan yang dialami Jihan juga menjadi tantangan tersendiri bagi keluarganya. Kakak pertamanya saat ini duduk di kelas 9 SMP SLB, sementara kakak keduanya duduk di kelas 5 SD dan mengidap ADHD. Ayah Jihan bekerja sebagai juru parkir di sebuah minimarket dengan penghasilan sekitar Rp50.000 per hari. Sementara itu, sang ibu merupakan ibu rumah tangga yang sehari-hari lebih banyak mendampingi anak-anaknya, terutama ketika Jihan harus menjalani pengobatan di RSCM. Sesekali, sang ibu membantu menjualkan pempek milik orang lain ketika memiliki kesempatan. Keluarga Jihan saat ini tinggal di rumah kontrakan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dengan biaya sewa sekitar Rp800.000 per bulan. Dengan penghasilan yang terbatas dan kebutuhan pengobatan Jihan yang terus berjalan, kondisi tersebut menjadi beban tersendiri bagi keluarga.
Melihat kondisi tersebut, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) turut memberikan bantuan kesehatan kepada Jihan sebesar Rp400.000 yang bersumber dari UPZDK Bank Permata Syariah. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan Jihan selama menjalani proses pengobatan. Ibu Jihan menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Terima kasih banyak atas bantuannya. Semoga Allah memberikan kesehatan kepada para donatur. Semoga Bank Permata Syariah diberikan keberkahan dan kelancaran rezeki dari segala arah,” ungkapnya.
Melalui bantuan ini, IZI berharap Jihan dapat terus mendapatkan akses pengobatan yang dibutuhkan dan menjalani setiap proses perawatan dengan lebih baik. Dukungan dari para donatur menjadi bagian penting dalam membantu keluarga duafa menghadapi ujian kesehatan yang mereka alami.
[Firdha – @inisiatifzakat_jakarta]




