IZI dan UPZDK Bank Permata Syariah Bantu Perjuangan Ahmad Jalani Pengobatan Gagal Hati

Jakarta (11/8/26) – Ahmad Ubaidillah, balita berusia 1,5 tahun asal Petai Baru, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, tengah menjalani perjuangan panjang untuk mendapatkan kesembuhan. Ahmad didiagnosis mengalami gagal hati dan membutuhkan tindakan transplantasi atau cangkok hati. Perjuangan Ahmad menghadapi penyakitnya dimulai sejak usianya baru 10 hari. Saat itu, orang tua melihat mata dan kulit Ahmad berubah menjadi kuning. Selama kurang lebih dua bulan, Ahmad sempat dibawa berobat ke bidan, namun kondisinya tidak kunjung membaik.

Ahmad kemudian dirujuk ke RSUD untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Dari sana, ia kembali dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta ketika usianya menginjak lima bulan. Setelah menjalani pemeriksaan di RSCM, Ahmad didiagnosis mengalami penyakit kuning dan harus menjalani pengobatan serta pemantauan secara rutin. Selama kurang lebih satu tahun, Ahmad menjalani berbagai penanganan medis di RSCM, termasuk pemeriksaan dan terapi terkait virus CMV.

Pemeriksaan virus tersebut juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Dalam satu kali pemeriksaan, keluarga harus mengeluarkan biaya sekitar Rp1,9 juta. Pada pemeriksaan pertama, hasil tes menunjukkan positif, sedangkan pada pemeriksaan kedua hasilnya negatif. Kini, Ahmad membutuhkan tindakan medis besar berupa cangkok hati. Biaya yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp1 miliar. Sementara itu, BPJS Kesehatan hanya menanggung sekitar Rp500 juta, sehingga masih terdapat kebutuhan biaya yang cukup besar untuk mendukung proses pengobatan Ahmad.

Ahmad merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Ia memiliki dua kakak yang masing-masing masih berusia 5 tahun dan 4 tahun. Sebelum fokus mendampingi Ahmad menjalani pengobatan di Jakarta, ayah Ahmad bekerja di perkebunan kelapa sawit di Riau, sementara sang ibu merupakan ibu rumah tangga. Demi mendampingi pengobatan Ahmad, orang tuanya harus tinggal sementara di Jakarta. Selama menjalani pengobatan di RSCM, keluarga Ahmad tinggal di sebuah rumah kontrakan di kawasan Paseban, Jakarta Pusat, yang lokasinya tidak jauh dari RSCM. Kontrakan tersebut disewa dengan biaya Rp1,8 juta per bulan. Untuk biaya tempat tinggal, keluarga mendapatkan bantuan dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau.

Melihat kondisi Ahmad dan kebutuhan pengobatannya yang masih panjang, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) turut memberikan dukungan melalui bantuan kesehatan sebesar Rp400.000 yang bersumber dari UPZDK Bank Permata Syariah. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan Ahmad dan keluarganya selama menjalani proses pengobatan di Jakarta.

Orang tua Ahmad Ubaidillah menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan IZI dan UPZDK Bank Permata Syariah. “Terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada Ahmad. Semoga bantuan ini menjadi berkah dan Bank Permata Syariah semakin maju,” ungkap orang tua Ahmad. Melalui bantuan tersebut, IZI berharap Ahmad dapat terus mendapatkan pendampingan dan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan hingga proses cangkok hati dapat terlaksana. Dukungan dari berbagai pihak juga sangat berarti bagi keluarga Ahmad dalam menghadapi perjalanan panjang pengobatan buah hati mereka.

[Firdha – @inisiatifzakat_jakarta]