Hulu Sungai Utara (28/8/26) — Selama hampir dua pekan, warga Desa Sapala, Kecamatan Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, harus beraktivitas di tengah kepungan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut mulai berdampak pada kesehatan masyarakat, ditandai dengan meningkatnya keluhan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan sesak napas.

Merespons kondisi tersebut, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) melalui IZI Kaltim bergerak dari Balikpapan menuju Desa Sapala untuk menghadirkan layanan kesehatan secara langsung bagi masyarakat terdampak. Melalui program Layanan Kesehatan Keliling Dampak Karhutla Kalimantan, tim IZI memberikan layanan kepada sekitar 100 penerima manfaat pada Jumat (28/8). Bantuan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian masker dan vitamin bagi warga serta anak-anak sekolah, serta penyaluran alat kesehatan dan obat-obatan kepada fasilitas kesehatan setempat.
Kehadiran tim IZI menjadi angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan di tengah kondisi kabut asap. Dokter Iqbal, dokter lokal di Desa Sapala, menyampaikan apresiasinya atas respons cepat yang dilakukan IZI. “Selama ini belum ada bantuan apa pun yang masuk ke desa. Alhamdulillah, respons cepat IZI sangat membantu warga,” ungkap Iqbal.

Menurutnya, bantuan kesehatan menjadi kebutuhan penting masyarakat, terutama di tengah meningkatnya keluhan gangguan pernapasan akibat paparan asap. Tidak hanya kesehatan, IZI juga melihat adanya persoalan lain yang turut dirasakan masyarakat, yakni keterbatasan ekonomi. Kondisi tersebut membuat sebagian warga semakin kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari ketika aktivitas masyarakat ikut terdampak karhutla.
PIC Program IZI, Ahmad Nuansyah, mengatakan bahwa tim tidak hanya membawa layanan kesehatan, tetapi juga menyalurkan bantuan sembako bagi warga. “Kondisi ekonomi masyarakat banyak yang kurang mampu. Karena itu, selain layanan kesehatan, tim IZI juga menyalurkan sembako untuk membantu meringankan kebutuhan harian warga setempat,” jelas Ahmad. Di tengah asap yang membatasi aktivitas, layanan kesehatan dan bantuan kebutuhan dasar diharapkan menjadi penguat bagi warga Desa Sapala untuk tetap bertahan dan menjaga kesehatan.
[Denny Maulida – @inisiatifzakat_kaltim]





