Raih Omzet Rp5,1 Juta pada Agustus, IZI Jateng Terus Dampingi Perkembangan Usaha Paguyuban Batik & Craft Katun Ungu

Semarang — Omzet sekitar Rp5,1 juta berhasil diraih Paguyuban Batik & Craft Katun Ungu selama periode Agustus 2026. Melalui supervisi dan monitoring Program pemberdayaan, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah memantau perkembangan usaha yang dikelola Sri Suprapti selaku Ketua Paguyuban Batik & Craft Katun Ungu (Kawula Tuna Rungu) bersama para anggota di Tegalsari, Kota Semarang. Selain menjadi tempat produksi batik, kediaman Sri juga menjadi ruang berkumpul dan berkoordinasi anggota dalam menjalankan berbagai aktivitas produksi hingga penjualan.

Dalam menjalankan usahanya, Katun Ungu memproduksi beragam jenis batik, mulai dari batik tulis, batik cap, batik ciprat, hingga batik kontemporer. Produk tersebut juga dikembangkan menjadi berbagai kerajinan seperti tote bag, dompet, dan gantungan kunci. Harga produk disesuaikan dengan tingkat kerumitan pengerjaan serta bahan pewarna yang digunakan, di mana batik yang menggunakan pewarna alam memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan pewarna sintetis.

Pada 12–16 Agustus 2026, Katun Ungu juga mendapatkan kesempatan mengikuti pameran yang diselenggarakan Bank Jateng secara gratis selama lima hari dan berhasil menjual sejumlah produk, di antaranya kemeja batik, tote bag, dompet, tas belanja, setelan batik ciprat, serta kain batik dengan pewarna alam dan sintetis.

Perkembangan usaha tersebut terus didorong melalui pendampingan dan arahan IZI Jawa Tengah agar anggota Katun Ungu tidak hanya menghasilkan kain batik, tetapi juga mengolahnya menjadi pakaian siap pakai. Sejumlah anggota Katun Ungu seperti Vika, Arief Yuwono, dan Rini turut berperan dalam proses menjahit kain batik menjadi berbagai model pakaian sesuai dengan keahlian masing-masing. Langkah ini diambil karena pelanggan dinilai lebih tertarik pada produk batik yang telah siap digunakan dibandingkan dengan kain yang belum diolah menjadi pakaian. Sri Suprapti juga terus menggerakkan anggota untuk berbagi peran dalam produksi, mengikuti pameran, hingga memasarkan produk.

Meskipun pendapatan Katun Ungu masih belum stabil, capaian omzet Rp5,1 juta pada Agustus menjadi perkembangan positif bagi keberlanjutan usaha para anggota. IZI Jawa Tengah berharap pendampingan yang dilakukan dapat mendorong Katun Ungu semakin kreatif dalam mengembangkan produk, memperluas pemasaran, serta meningkatkan nilai jual batik melalui produk siap pakai. Semangat Sri Suprapti bersama seluruh anggota untuk terus berkarya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi komunitas Katun Ungu.

[Ariefta – @inisiatifzakat_jateng]