Semarang — Waginah (64), pasien Rumah Singgah Pasien (RSP) IZI Jawa Tengah asal Kabupaten Rembang, tengah menjalani ikhtiar pengobatan kanker rektum di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Sejak mendaftar di RSP pada Juni 2026, Waginah didampingi putranya, Ahmad Dian (25). Keduanya tinggal di RSP selama menjalani program radioterapi atau terapi sinar sebanyak 25 kali.
Sebelumnya, Waginah mengeluhkan sulit buang air besar yang awalnya diduga seperti sembelit atau ambeien. Setelah menjalani pemeriksaan di sejumlah fasilitas kesehatan, ia akhirnya dirujuk ke RSUP Dr. Kariadi setelah diketahui mengalami tumor ganas yang telah menyebar ke usus.

Sebelum sakit, Waginah menjalani berbagai pekerjaan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Ia pernah bekerja di warung makan di sekitar proyek saat merantau ke Jakarta, kemudian setelah menikah menetap di Rembang dan berjualan jajanan kecil-kecilan. Pekerjaan terakhirnya adalah menjadi buruh tani bersama rombongan ketika ada warga yang membutuhkan tenaga. Sementara suaminya bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan yang bergantung pada adanya panggilan pekerjaan. Kondisi ekonomi keluarga juga membuat Ahmad Dian sejak lulus SMK ikut menjadi tulang punggung keluarga. Ia sempat bekerja di beberapa perusahaan dan menyisihkan penghasilannya untuk membantu orang tua.
Saat ini, Ahmad harus berhenti bekerja setelah kontraknya berakhir dan memilih mendampingi ibunya menjalani pengobatan. Tabungan selama bekerja dan pesangon yang dimiliki digunakan untuk kebutuhan pengobatan, biaya perjalanan Rembang–Semarang, hingga perlengkapan perawatan kantung kolostomi. Sekali perjalanan pulang-pergi membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sementara kebutuhan pengobatan Waginah masih terus berjalan. Kehadiran RSP IZI turut meringankan beban keluarga karena Waginah dan Ahmad dapat tinggal selama menjalani pengobatan tanpa harus mengeluarkan biaya untuk tempat tinggal di Semarang.
“Terima kasih Rumah Singgah IZI, saya sudah boleh tinggal di sini. Terima kasih, saya tidak bisa membalas, semoga Allah yang membalas berkali lipat.” ujar Waginah. Ia juga bersyukur karena meski putranya baru saja berhenti bekerja, Ahmad tetap setia mendampinginya. Semoga ikhtiar Waginah dalam menjalani pengobatan diberikan kelancaran dan hasil terbaik, serta Ahmad Dian senantiasa diberikan kekuatan dan keberkahan atas kesabaran serta baktinya mendampingi sang ibu.
[AC/JTG – @inisiatifzakat_jateng]





