IZI dan PLN Enjiniring Gelar Focus Group Discussion Perencanaan Usaha Program Lapak Berkah

Jakarta – Membangun usaha yang mandiri tidak cukup hanya dengan memberikan dukungan modal, penerima manfaat juga perlu mendapatkan pemahaman dan perencanaan agar mampu mengelola usaha dengan baik. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) berbasis pemberdayaan bagi penerima manfaat program Lapak Berkah yang diselenggarakan oleh Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) bersama PLN Enjiniring, di IZI Perwakilan Jakarta, Kamis (3/9/26).

Kegiatan FGD terbagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama penerima manfaat usaha mendapatkan materi tentang pentingnya mengelola modal dengan baik. Penerima manfaat juga diajak memahami bahwa modal bukan hanya untuk digunakan, tetapi perlu dikelola dan diarahkan agar dapat membantu usaha terus berjalan dan berkembang. Seluruh kegiatan FGD ditangani oleh tim Jadi Peksos yang membantu mengarahkan proses diskusi penerima manfaat agar lebih terbuka dalam menyampaikan pengalaman, masalah, serta kebutuhan dalam menjalankan usaha.

Dalam diskusi, penerima manfaat diberikan kesempatan untuk menceritakan pengalaman selama menjalankan usaha, menyampaikan harapan, serta berbagi berbagai kendala yang dihadapi. Penerima manfaat juga diajak melihat kembali kondisi usaha dan mengenali potensi yang dapat dikembangkan. Setelah diskusi penerima manfaat yang dibagi menjadi dua kelompok selesai, masing-masing kelompok memaparkan hasil diskusi.

Salah satu penerima manfaat menyampaikan rasa syukurnya dapat mengikuti kegiatan yang memberikan ruang untuk mengevaluasi kembali perjalanan usahanya. “Kegiatan ini membuat saya lebih memahami bahwa modal yang diberikan harus digunakan dengan baik dan memiliki tujuan,” ujar Sarmanto, seorang penjual Bakso Wonogiri.

Kegiatan selanjutnya yaitu serah terima modal usaha kepada penerima manfaat. Dengan modal usaha yang diberikan, diharapkan dapat meningkatkan produksi dan omset jualan penerima manfaat. Kegiatan FGD ini diharapkan mampu mendorong penerima manfaat untuk memiliki kemampuan dalam mengambil keputusan usaha, mengelola sumber daya secara efektif, serta membangun usaha yang dapat bertahan dalam jangka panjang.

Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para penerima manfaat untuk bersama-sama melihat kembali perjalanan usaha yang dijalankan, mulai dari penggunaan modal, kondisi usaha, berbagai kendala yang dihadapi, hingga peluang pengembangan ke depan. Melalui diskusi dan refleksi bersama, peserta didorong untuk membangun pola pikir yang lebih produktif serta mampu menentukan langkah usaha dengan lebih terarah.

[ferdiansyah/ruru – @inisiatifzakat_jakarta]