Perkuat Keimanan, IZI Lampung Gelar Pembinaan Keislaman Bagi Penerima Bantuan Pendidikan dan Pasien Rumah Singgah

Bandar Lampung – Lantunan doa dan materi kajian penuh makna bergema secara bersamaan. Pemandangan inspiratif tersebut mengemuka saat Lembaga Amil Zakat Nasional Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Lampung menggelar agenda Pembinaan Keislaman bagi para penerima Bantuan Pendidikan secara daring (online) serta penghuni Rumah Singgah Pasien (RSP) secara luring (offline) di Bandar Lampung pada Senin (7/9/26).

Kegiatan terpadu ini diinisiasi karena IZI menyadari bahwa bantuan materiil, berupa biaya kuliah maupun fasilitas tempat tinggal, tidak akan lengkap tanpa adanya penguatan mental dan nilai-nilai keimanan. Bagi mahasiswa yang tersebar di berbagai kampus, keterbatasan ekonomi kerap memicu krisis kepercayaan diri dan keputusasaan, sementara bagi para pasien serta pendamping di RSP, ujian sakit yang berkepanjangan sangat rentan mengikis ketabahan hati. Lewat kombinasi skema pembinaan ini, IZI Lampung hadir merawat fondasi jiwa mereka agar tetap kokoh menghadapi setiap ujian hidup.

Suasana pembinaan berlangsung hangat dan terbagi ke dalam dua metode pelaksanaan yang disesuaikan dengan kondisi para penerima manfaat;

  • Pembinaan Daring Penerima Bantuan Pendidikan (Beasiswa): Melalui platform tatap muka digital, puluhan mahasiswa penerima beasiswa dari berbagai daerah antusias menyimak kajian kepemimpinan dan integritas Islam. Pembinaan daring ini dirancang agar para mahasiswa tetap bisa berdiskusi interaktif tanpa mengganggu jadwal perkuliahan mereka. Hadir sebagai pemateri, Sutanto selaku General Manager (GM) Dakwah Pembinaan Mustahik IZI, memberikan penekanan mendalam tentang urgensi pembinaan keislaman dalam kehidupan. “Semua yang terjadi pada diri kita merupakan takdir dari Allah swt dan kita harus selalu Istiqomah dalam kebaikan,” tegas Sutanto dalam paparan materinya.
  • Pembinaan Luring Penghuni Rumah Singgah Pasien (RSP): Di ruang utama RSP IZI Lampung, suasana penuh haru meliputi pembinaan tatap muka secara langsung bagi para pasien dan keluarga pendamping. Sutanto menyampaikan keutamaan menuntut ilmu sebagai seorang muslim. “Niatkan setiap hari ini untuk menuntut ilmu agar Allah berikan jalan kemudahan menuju ke surga”, tutur Sutanto.

Maryani, pendamping pasien tak mampu menahan air mata saat mengungkapkan rasa syukurnya. “Di sini kami tidak hanya dibantu tempat tinggal gratis saat berobat, tapi juga diusap hatinya lewat kajian langsung. Pembinaan seperti ini menjadi penawar dahaga spiritual yang sangat menguatkan batin kami di tengah ujian sakit ini,” tuturnya penuh haru.

Melalui pendekatan adaptif ini, IZI Lampung berharap dapat mencetak akademisi muda yang mandiri sekaligus memberikan ketenangan batin bagi masyarakat yang sedang diuji dengan penyakit. Sinergi pembinaan daring dan luring ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat produktif mampu menghidupkan harapan, mengokohkan empati, serta menegaskan peran lembaga zakat dalam mengawal keberdayaan umat secara menyeluruh secara lahir maupun batin.

[Hani Muzaqi – @inisiatifzakat_lampung]