Perkuat Rencana Pengembangan Klinik, PT Persada Imani Husada Lakukan Kunjungan Perdana ke Klinik HD IZI

Depok (10/9/26) — Dalam rangka memperkuat sinergi dan menindaklanjuti rencana pembuatan Studi Kelayakan (Feasibility Study) Pembangunan Gedung Layanan Klinik Pratama di KURJ (Klinik Utama Rawat Jalan) Hemodialisa IZI, Tim PT Persada Imani Husada melakukan kunjungan perdana sekaligus silaturahmi ke Klinik Hemodialisa IZI. Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam proses pengumpulan informasi dan pemetaan kebutuhan sebagai bagian dari penyusunan studi kelayakan pembangunan gedung baru. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara PT Persada Imani Husada dengan manajemen Klinik HD IZI.

Dalam kunjungan tersebut, PT Persada Imani Husada diwakili oleh Yuli Setiawan sebagai Chief Marketing Officer (CMO). Sementara dari Klinik HD IZI hadir Luqman Jasin selaku Manajer Klinik HD IZI, dr. Deny Firmansyah selaku Kepala Klinik, serta Muhamad Habsy selaku teknisi ahli. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai hal terkait rencana pembangunan gedung baru, mulai dari kondisi fasilitas eksisting, kebutuhan pengembangan layanan, kebutuhan ruang dan fasilitas pendukung, hingga aspek teknis yang perlu diperhatikan dalam perencanaan Pembangunan (Master Plan).

Kunjungan lapangan juga menjadi bagian penting untuk memberikan gambaran secara langsung kepada Tim PT Persada Imani Husada mengenai kondisi Klinik HD IZI dan berbagai kebutuhan pengembangannya. Luqman Jasin, Manajer Klinik HD IZI, menyampaikan bahwa pembangunan gedung baru merupakan bagian dari upaya untuk mempersiapkan pengembangan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan berkelanjutan. “Kami menyambut baik kunjungan perdana Tim PT Persada Imani Husada. Silaturahmi ini sekaligus menjadi langkah awal untuk bersama-sama menyusun kajian yang komprehensif mengenai rencana pembangunan gedung baru Klinik HD IZI,” ujar Luqman. Menurutnya, studi kelayakan memiliki peran penting agar pembangunan yang direncanakan tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik bangunan, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pelayanan pasien dan perkembangan klinik di masa mendatang.

Sementara itu, dr. Deny Firmansyah selaku Kepala Klinik menekankan bahwa aspek pelayanan harus menjadi salah satu dasar utama dalam perencanaan pembangunan. “Pembangunan gedung baru tentunya harus mempertimbangkan kebutuhan pelayanan secara menyeluruh. Kenyamanan pasien, keselamatan, efektivitas alur pelayanan, kebutuhan tenaga kesehatan, serta kelengkapan fasilitas harus menjadi bagian dari perencanaan,” jelas dr. Deny. Dalam kesempatan tersebut, Muhamad Habsy selaku teknisi ahli turut memberikan penjelasan mengenai kondisi teknis fasilitas yang ada saat ini, termasuk kebutuhan utilitas dan aspek teknis lainnya yang perlu menjadi perhatian dalam rencana pembangunan gedung baru. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan awal bagi Tim PT Persada Imani Husada dalam melakukan analisis dan penyusunan Studi Kelayakan.

Studi kelayakan pembangunan gedung baru nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran yang objektif dan komprehensif mengenai rencana pengembangan Klinik HD IZI. Kajian tersebut mencakup berbagai aspek, antara lain kebutuhan pelayanan, teknis pembangunan, operasional, sumber daya manusia, regulasi, pasar, serta aspek ekonomi dan finansial. Bagi Klinik HD IZI, rencana pembangunan gedung baru merupakan bagian dari ikhtiar untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam memberikan pelayanan yang aman, nyaman, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Kunjungan perdana Tim PT Persada Imani Husada ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang semakin kuat antara kedua pihak. Dengan komunikasi dan kolaborasi yang baik, proses penyusunan Studi Kelayakan diharapkan dapat menghasilkan kajian yang tepat dan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan pembangunan gedung baru Klinik HD IZI. Silaturahmi hari ini menjadi langkah awal untuk membangun masa depan Klinik HD IZI yang lebih representatif, profesional, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

[Luqman – @inisiatifzakat]