Jakarta (14/9/26) — Laznas Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) menyelenggarakan Closing Meeting Audit Keuangan Tahun Buku 2025 di Kantor Pusat IZI, Jakarta Timur, Senin (14/9). Kegiatan ini menandai selesainya proses audit laporan keuangan IZI tahun buku 2025 oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), dengan hasil opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Pencapaian ini melengkapi rekam jejak IZI yang telah meraih opini WTP selama 10 tahun berturut-turut, terhitung sejak tahun buku 2016 hingga 2025. Closing meeting dihadiri jajaran Direksi, Dewan Pengawas Syariah, General Manager, hingga manajer di lingkungan IZI, serta tim dari KAP selaku auditor independen.

Dalam sambutannya, Direktur Utama IZI, Wildhan Dewayana, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses audit dan mengapresiasi kerja keras tim KAP maupun tim internal IZI, khususnya jajaran keuangan yang telah mendukung kelancaran proses audit tahun ini. Wildhan menegaskan bahwa audit akuntan publik bagi IZI bukan sekadar formalitas administratif tahunan, melainkan instrumen validasi atas komitmen lembaga terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas kepada muzaki dan umat. “Hasil audit bukan akhir dari segalanya, tapi menjadi awal dari proses perbaikan berkelanjutan,” ujar Wildhan. Ia juga menyampaikan bahwa hasil audit ini melengkapi rangkaian proses tata kelola lain yang tengah dijalankan IZI secara berkesinambungan, termasuk audit syariah, implementasi sistem manajemen mutu, dan sistem manajemen anti-penyuapan.
Wildhan turut mengapresiasi peran aktif Dewan Pengawas Syariah (DPS) IZI, yang belakangan diapresiasi Kementerian Agama sebagai salah satu DPS lembaga zakat pertama yang secara resmi melaporkan aktivitas pengawasannya kepada otoritas, sesuai ketentuan PMA terbaru. Dalam pemaparannya, tim KAP menyampaikan bahwa likuiditas IZI tetap terjaga dengan baik. Nilai kas dan setara kas yang dimiliki lembaga tercatat jauh lebih besar dibanding total kewajibannya, menandakan kemampuan IZI membiayai kegiatan-kegiatannya baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Tim KAP juga mencatat bahwa penurunan total saldo dana kelolaan pada 2025 bukan disebabkan oleh menurunnya penerimaan donasi, melainkan karena lembaga secara aktif menyalurkan dana melebihi penghimpunan tahun berjalan — khususnya pada dana zakat dan infak terikat. Tim KAP turut mengapresiasi pertumbuhan Dana Pengelola (Amil) yang konsisten selama dua tahun terakhir, sebagai indikator penguatan kapasitas operasional lembaga dalam mendukung keberlanjutan program.
Menutup pemaparannya, tim KAP menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan kerja sama IZI selama proses audit berlangsung. Closing meeting ini menjadi bagian dari komitmen IZI dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah kepada publik. Dengan capaian opini WTP yang konsisten selama satu dekade, IZI menegaskan tekadnya untuk terus memperkuat tata kelola lembaga, sejalan dengan visi menjadi lembaga pengelola zakat, infak, dan sedekah bertaraf global menuju 2045.
[RH/NH – @inisiatifzakat]




