Berbagi Inovasi Program Kesehatan, Rumah Amal Salman ITB Pelajari Pengelolaan Klinik Hemodialisa IZI

Jakarta Timur (11/9/26) — Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Rumah Amal Salman ITB melakukan kunjungan silaturahmi dan sharing knowledge ke Lembaga Amil Zakat Nasional Inisiatif Zakat Indonesia (LAZNAS IZI), Condet, Jakarta Timur. Kunjungan ini menjadi momentum pertukaran pengalaman mengenai operasional, pengelolaan, serta pengembangan program di lingkungan LAZNAS IZI. Rombongan LAZNAS Rumah Amal Salman ITB hadir dengan diwakili oleh Romi Hardiyansyah selaku Wakil Direktur, Bagus Nugroho selaku Manajer Marketing, dan Firda Syafriyanti selaku Kepala Pendayagunaan. Kunjungan tersebut diterima oleh jajaran IZI yang terdiri dari Aan Suherlan selaku Direktur Pendistribusian & Pemberdayaan Zakat, Rio Hafandi sebagai Manajer Corporate Secretary (Corsec), Muhamad Ilham sebagai Manajer Pemberdayaan, Rudi Kusdianto sebagai Supervisor Infrastruktur; serta Luqman Jasin selaku Manajer Klinik HD IZI.

Dalam pertemuan tersebut, kedua lembaga berdiskusi mengenai berbagai hal program diantaranya aspek pengelolaan Klinik HD IZI, mulai dari operasional pelayanan pasien, pengelolaan sumber daya manusia, manajemen fasilitas dan infrastruktur, hingga strategi pendayagunaan dana zakat untuk mendukung akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Luqman Jasin, Manajer Klinik HD IZI, memaparkan pengalaman dalam menjalankan operasional klinik, termasuk bagaimana layanan hemodialisa tidak hanya diposisikan sebagai layanan medis, tetapi juga sebagai bagian dari program pemberdayaan dan pelayanan kemanusiaan. “Klinik HD IZI bukan hanya tempat pasien mendapatkan tindakan hemodialisa. Di dalam pengelolaannya terdapat integrasi antara pelayanan medis, pendayagunaan zakat, pendampingan pasien, serta upaya memberikan dukungan sosial kepada pasien dan keluarganya,” kata Luqman.

Konsep tersebut menjadi salah satu hal yang menarik perhatian dalam kunjungan LAZNAS Rumah Amal Salman ITB. Model layanan yang dikembangkan IZI menunjukkan bahwa lembaga zakat dapat memiliki peran lebih luas dalam membangun ekosistem kesehatan yang berkelanjutan. Dalam sharing session, turut dibahas bagaimana keberadaan Klinik HD IZI menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, khususnya pasien gagal ginjal yang membutuhkan terapi hemodialisa secara rutin.

Pasien hemodialisa pada umumnya membutuhkan pelayanan berulang dalam jangka panjang. Kondisi tersebut membuat kebutuhan pembiayaan kesehatan menjadi salah satu tantangan besar bagi pasien dan keluarganya, khususnya bagi kelompok masyarakat kurang mampu. Melalui pendekatan berbasis zakat, IZI berupaya menghadirkan layanan yang tidak berhenti pada tindakan medis semata, tetapi juga memperhatikan kebutuhan pasien dari sisi sosial dan kemanusiaan. Model tersebut antara lain diwujudkan melalui berbagai bentuk dukungan kepada pasien, seperti pendampingan, dukungan obat dan kebutuhan medis tertentu, konsumsi sehat, transportasi atau akomodasi sesuai kebutuhan program, serta pembinaan rohani.

Kunjungan LAZNAS Rumah Amal Salman ITB juga menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman antar-lembaga zakat nasional dalam mengembangkan program yang memiliki dampak langsung bagi penerima manfaat. Romi Hardiyansyah bersama tim Rumah Amal Salman ITB menggali berbagai informasi terkait proses operasional Klinik HD IZI, termasuk tantangan pengelolaan layanan, keberlanjutan program, pengembangan sumber daya, serta hubungan antara pelayanan kesehatan dengan program pendayagunaan zakat. Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi dan pengembangan inovasi baru di bidang kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

Aan Suherlan, Direktur Pendistribusian & Pendayagunaan Zakat IZI, menyampaikan bahwa kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antar LAZNAS penting dilakukan agar program pendayagunaan zakat semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas. “Setiap lembaga zakat memiliki pengalaman dan inovasi masing-masing. Dengan saling berbagi, kita dapat memperkuat ekosistem zakat dan melahirkan model program yang semakin memberikan dampak bagi masyarakat,” ungkap Aan. Klinik Utama Rawat Jalan Hemodialisa (KURJ) IZI menjadi ikhtiar IZI menghadirkan layanan kesehatan berkelanjutan bagi pasien gagal ginjal, sekaligus mengembangkan model layanan berbasis zakat yang memadukan aspek medis, sosial, spiritual, dan pemberdayaan. Melalui kunjungan LAZNAS Rumah Amal Salman ITB ini, IZI berharap terbangun komunikasi yang lebih erat antar lembaga zakat serta terbuka ruang kolaborasi program kesehatan yang inovatif dan berdampak luas. Pertemuan ditutup dengan silaturahmi dan foto bersama sebagai simbol komitmen memperkuat kolaborasi menghadirkan manfaat zakat bagi masyarakat.

[Luqman – @inisiatifzakat]