Bogor (12/9/26) — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh penerima manfaat Rumah Inisiatif IPB, Ismaya Sukma Jenar Winara, mahasiswa angkatan 60 Program Studi Manajemen Hutan. Winara bersama timnya, Barudak Bandung, berhasil meraih Juara 2 (2nd Winner) dalam ajang GreenHack Challenge 2026, kompetisi berskala internasional yang diselenggarakan secara daring oleh IPB University bersama program DIKTISAINTEK BERDAMPAK. Capaian tersebut menjadi wujud nyata dari pemanfaatan kompetensi akademik dan teknologi untuk menjawab persoalan lingkungan. Melalui proyek yang dikembangkan, Winara dan tim menghadirkan solusi berbasis teknologi geospasial untuk membantu memantau kondisi Ruang Terbuka Hijau (RTH) sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berbasis data.
GreenHack Challenge 2026 merupakan kompetisi pengembangan aplikasi geospasial bertajuk “Empowering Future Environmental Leaders through Geo-spatial Application Development for FOLU Net-Sink Solutions”. Kompetisi ini menantang peserta — mahasiswa S1 secara individu maupun tim (maksimal 3 orang) — untuk merancang solusi berbasis GIS dan teknologi geospasial yang menjawab isu Forest and Other Land Use (FOLU) serta mendukung tercapainya target FOLU Net-Sink 2030, mencakup topik seperti monitoring hutan, pengelolaan karbon, hingga mitigasi perubahan iklim. Dalam kompetisi ini, tim Barudak Bandung mengusung proyek GreenCheck: RTH Kota Bandung, sebuah sistem WebGIS untuk memonitor kondisi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bandung. Aplikasi ini mengintegrasikan dua dimensi penilaian, yaitu estimasi cadangan karbon vegetasi (carbon stock) dan kualitas layanan publik yang meliputi aksesibilitas, fasilitas, kebersihan, kenyamanan, dan keamanan. GreenCheck mencakup 54 RTH dari 8 kategori Ruang Terbuka Hijau milik DPKP Kota Bandung.

Dibangun menggunakan ArcGIS Online, ArcGIS StoryMaps, dan dashboard interaktif, GreenCheck memungkinkan publik maupun pengelola untuk menjelajahi peta RTH, membandingkan kondisi antar-lokasi, serta mengidentifikasi prioritas pengelolaan berbasis data. Dengan pendekatan tersebut, proyek yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada aspek teknologi, tetapi juga berupaya menghubungkan data lingkungan dengan kebutuhan masyarakat terhadap ruang publik yang berkualitas. Dalam tim tersebut, Winara berperan sebagai Team Leader, memimpin arah pengembangan proyek mulai dari perumusan konsep, koordinasi kerja tim, hingga memastikan keselarasan antara substansi lingkungan (carbon stock dan FOLU Net-Sink) dengan implementasi teknis WebGIS, dashboard, dan StoryMaps yang dihasilkan. Proyek ini dikerjakan bersama rekan satu tim, Abd. Rahman Aji Pase, di bawah bimbingan Supervisor Irsya Muthia Muthmainnah, S.Hut., MSI.
Bagi Winara, pengalaman mengikuti GreenHack Challenge 2026 menjadi kesempatan untuk menguji sekaligus mengembangkan kemampuan yang selama ini diperoleh melalui proses akademik. Berperan sebagai ketua tim juga membuatnya belajar bahwa sebuah proyek tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga komunikasi, koordinasi, pembagian peran, dan ketekunan dalam menyelesaikan setiap tahapan. “Bagi saya, mengikuti GreenHack Challenge 2026 bukan hanya tentang meraih juara, tetapi juga tentang bagaimana ilmu yang saya pelajari di Manajemen Hutan dapat dikembangkan menjadi sebuah solusi yang memiliki manfaat nyata. Menjadi Team Leader juga menjadi pengalaman berharga untuk belajar mengelola tim, menyatukan berbagai kemampuan, dan menyelesaikan tantangan bersama. Alhamdulillah, proses tersebut akhirnya membawa kami meraih Juara 2,” ujar Winara.

Sebagai penerima manfaat Rumah Inisiatif IPB, capaian ini juga menjadi bagian dari perjalanan pengembangan diri Winara. Dukungan yang diperoleh melalui program pemberdayaan menjadi salah satu ruang yang mendorong penerima manfaat untuk tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga mengembangkan kompetensi, kepemimpinan, dan keberanian untuk mengambil peran di tengah masyarakat. Kompetisi berlangsung melalui rangkaian tahapan, mulai dari pendaftaran dan submission pada 26 Agustus–5 September 2026, proses penjurian pada 5–6 September, pengumuman 6 tim finalis terbaik pada 6 September, hingga babak final dan pengumuman pemenang pada 12 September 2026. Dari rangkaian proses tersebut, tim Barudak Bandung berhasil menembus jajaran finalis terbaik dan meraih:
Prestasi Winara dan tim menunjukkan bagaimana mahasiswa dapat mengintegrasikan kompetensi akademik, teknologi, dan kepemimpinan untuk menghasilkan gagasan yang relevan dengan tantangan lingkungan. Lebih dari sekadar pencapaian dalam sebuah kompetisi, proyek GreenCheck menjadi contoh bahwa pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dapat dikembangkan menjadi solusi yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan. Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi penerima manfaat Rumah Inisiatif IPB lainnya untuk terus mengembangkan potensi, berani mengambil kesempatan, serta menghadirkan karya yang memberikan manfaat lebih luas. Dengan dukungan pendidikan dan pemberdayaan yang berkelanjutan, penerima manfaat diharapkan tidak hanya tumbuh menjadi individu yang kompeten, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang berkarya dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
[Adi/Nikki – @inisiatifzakat_jakarta]





