Setelah Kehilangan Kaki, Zakaria Tetap Berjuang Memenuhi Kebutuhan Keluarga

Sumatera Utara – Kehidupan Zakaria Cibro (55), warga Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, berubah setelah kecelakaan yang dialaminya pada Juni 2025. Sebelumnya, Zakaria masih aktif bekerja sebagai pengemudi ojek online dan membantu pekerjaan di sebuah panti yang berada tidak jauh dari rumahnya. Namun, kecelakaan tersebut membuatnya tidak lagi mampu bekerja seperti sebelumnya.

Dalam kecelakaan tersebut, dua jari kaki Zakaria mengalami luka berat. Di sisi lain, ia juga memiliki riwayat penyakit gula yang membuat proses penyembuhan lukanya berlangsung lebih lama. Kondisinya kemudian semakin memburuk hingga luka mengalami pembusukan dan memerlukan tindakan medis lanjutan. Sebelum memasuki Juli 2025, Zakaria harus menjalani beberapa kali tindakan pada kakinya. Hingga akhirnya, dokter mengambil keputusan untuk melakukan amputasi pada kaki sebelah kirinya agar kondisi luka tidak semakin meluas. Sejak saat itu, aktivitas Zakaria menjadi jauh lebih terbatas. Ia tidak lagi dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kaki kanannya pun turut mengalami keluhan, sehingga untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan berpindah tempat, Zakaria kini membutuhkan bantuan kursi roda.

Zakaria tinggal bersama istri, seorang anak, dan seorang cucu. Setelah ia tidak lagi dapat bekerja, kebutuhan keluarga banyak dibantu oleh anaknya yang telah bekerja. Namun, penghasilan tersebut belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan keluarga karena sang anak juga menghadapi keterbatasan ekonomi. Di tengah kondisi tersebut, Zakaria sempat kebingungan mencari bantuan. Ia tidak tahu harus meminta pertolongan ke mana untuk meringankan kebutuhan keluarganya. Hingga suatu hari, selepas menunaikan salat, Zakaria membuka telepon genggamnya dan mencoba mencari informasi melalui internet mengenai lembaga yang dapat membantu masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.

Dari pencarian tersebut, Zakaria menemukan informasi mengenai Inisiatif Zakat Indonesia (IZI). Ia kemudian menghubungi IZI dan menyampaikan kondisi serta kebutuhan yang sedang dihadapi keluarganya. Permohonan tersebut kemudian diteruskan kepada IZI Perwakilan Sumatera Utara. Pada 15 Sepember 2026, tim IZI Sumatera Utara bergerak menuju kediaman Zakaria untuk menyalurkan bantuan yang diajukannya, berupa bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga, khususnya kebutuhan pangan. Kedatangan tim IZI menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Zakaria. Di tengah keterbatasan yang dialaminya, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang meringankan kebutuhan keluarganya.

Zakaria pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas respons IZI yang menurutnya begitu cepat sejak ia mengajukan permohonan bantuan. “Saya awalnya hubungi IZI yang di Jakarta, Bu. Setelah itu diarahkan ke yang di Sumut. Alhamdulillah, respons Ibu sangat cepat akan pengajuan bantuan yang saya mohonkan. Begitupun hari ini Ibu telah datang dan membantu kami. Terima kasih banyak yaa, Bu. Semoga Allah beri kesehatan dan lindungan-Nya untuk Bapak/Ibu donatur, serta diberi kelancaran untuk setiap urusannya dan semoga dilimpahkan rezekinya, Bu,” ucap Zakaria penuh haru. Bagi Zakaria, bantuan yang diterimanya bukan hanya tentang apa yang diberikan, tetapi juga tentang hadirnya kepedulian di saat dirinya dan keluarga sedang berada dalam keterbatasan.

Meski kondisi fisiknya telah berubah dan ruang geraknya tidak lagi seperti dahulu, Zakaria tetap berusaha menjalani kehidupan dengan sabar. Di tengah keterbatasan, ia memilih untuk terus berikhtiar dan mencari jalan agar kebutuhan keluarganya tetap dapat terpenuhi. Melalui program bantuan kepada mustahik, IZI Sumatera Utara terus berupaya hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi dan kondisi kehidupan yang tidak mudah. Semoga Allah SWT senantiasa menguatkan Pak Zakaria dan keluarganya, memberikan kesehatan, ketabahan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan. Semoga bantuan yang diberikan menjadi keberkahan bagi keluarga dan menjadi amal jariyah bagi para muzaki dan donatur yang telah menitipkan kebaikannya melalui IZI. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dengan keberkahan, melapangkan rezeki, dan memudahkan setiap urusan para donatur. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

[Fazliyah Nurhafshah Gultom – @inisiatifzakat_sumut]