Dari Kesulitan BAB hingga Operasi, Sariadi Jalani Pengobatan Tumor Rektum Bersama RSP IZI Sumut

Sumatera Utara – Sejak Januari 2026, kehidupan Sariadi (53), warga Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, berubah. Keluhan yang awalnya dianggap sebagai sakit biasa ternyata mengharuskannya menjalani rangkaian pengobatan panjang akibat tumor rektum. Sariadi mulai mengalami kesulitan buang air besar (BAB). Setiap kali BAB, ia juga mengalami perdarahan yang disertai rasa nyeri di bagian perut. Kondisi tersebut berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Bahkan, akibat kesulitan BAB yang dialaminya, perut Sariadi semakin membesar dan membuat keluarga khawatir.

Awalnya, keluarga mengira keluhan yang dialami Sariadi hanyalah ambeien biasa. Ia kemudian dibawa berobat ke sebuah klinik. Namun, setelah mendapatkan pengobatan, kondisinya belum juga menunjukkan perubahan. Keluarga akhirnya membawa Sariadi ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Sariadi kemudian dirujuk ke RSUP H. Adam Malik Medan untuk mendapatkan penanganan yang lebih lengkap. Di RSUP H. Adam Malik Medan, Sariadi menjalani tindakan operasi untuk mengangkat tumor yang berada di bagian rektumnya. Dalam proses tersebut, dokter juga melakukan pemasangan stoma sebagai saluran pembuangan sementara di luar tubuh. Menurut keterangan yang diterima keluarga, saluran pembuangan tersebut nantinya diharapkan dapat dikembalikan seperti semula setelah kondisi Sariadi memungkinkan, yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga tahun sesuai perkembangan dan evaluasi medis.

Perjuangan Sariadi tidak berhenti setelah operasi. Ia masih harus menjalani rangkaian pengobatan lanjutan. Hingga saat ini, Sariadi telah menjalani radioterapi sebanyak 25 kali dan kemoterapi sebanyak 8 kali. Selain itu, Sariadi juga harus menjalani kontrol secara berkala, yaitu setiap enam bulan sekali, untuk memantau kondisi usus besarnya dan memastikan perkembangan kesehatannya tetap terpantau oleh dokter. Sebelum jatuh sakit, Sariadi merupakan seorang petani yang aktif bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun, sejak kondisi kesehatannya menurun, ia tidak lagi dapat menjalankan aktivitas bertani seperti sebelumnya. Untuk sementara, sang istri, Sutiarni, menggantikan tugas Sariadi dalam mengurus pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh suaminya. Di tengah proses pengobatan yang panjang, Sutiarni juga setia mendampingi Sariadi menjalani berbagai tahapan pengobatan di Kota Medan.

Jauh dari rumah dan harus menjalani pengobatan dalam waktu yang tidak singkat tentu menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga Sariadi. Namun, kehadiran Rumah Singgah Pasien (RSP) Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Sumatera Utara menjadi salah satu hal yang membantu mereka selama berada di Medan. Rumah Singgah Pasien menjadi tempat beristirahat bagi Sariadi dan pendampingnya selama menjalani pengobatan di RSUP H. Adam Malik. Keberadaan RSP juga memberikan rasa nyaman bagi keluarga yang harus menjalani pengobatan jauh dari tempat tinggal mereka di Langkat. Sutiarni mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas adanya Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan harapannya agar RSP dapat terus memberikan manfaat bagi pasien dan keluarga yang membutuhkan. “Alhamdulillah, bersyukur ya Allah. Terima kasih banyak IZI atas bantuan Rumah Singgah Pasien yang diberikan. Alhamdulillah, bagus kali RSP ini, Bu. Semoga Rumah Singgah ini bermanfaat untuk semua. Semoga donaturnya diberikan kesehatan selalu, diberi kelancaran rezeki dan semoga makin banyak donaturnya untuk RSP IZI,” ucap Sutiarni dengan mata berkaca-kaca.

Perjalanan Sariadi menjadi gambaran panjangnya proses yang harus dilalui seorang pasien ketika menghadapi penyakit serius. Dari keluhan yang awalnya dianggap sederhana, ia harus menjalani operasi, radioterapi, kemoterapi, hingga kontrol rutin yang masih harus dilakukan ke depannya. Di tengah proses tersebut, dukungan keluarga menjadi kekuatan bagi Sariadi untuk terus menjalani pengobatan. Kehadiran Rumah Singgah Pasien juga menjadi bagian dari ikhtiar untuk meringankan beban pasien dan pendamping yang datang dari luar Kota Medan.

Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kesembuhan terbaik untuk Sariadi, memudahkan setiap proses pengobatan dan kontrol yang harus dijalaninya, serta menguatkan Sutiarni dan keluarga dalam mendampingi setiap langkah perjuangannya. Semoga Allah membalas kebaikan para donatur yang telah mendukung Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara dengan kesehatan, keberkahan, kelapangan rezeki, dan kemudahan dalam setiap urusan. Semoga RSP IZI dapat terus hadir menjadi tempat berteduh dan penguat bagi pasien-pasien yang sedang berikhtiar mendapatkan kesembuhan. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

[Fazliyah Nurhafshah Gultom – @inisiatifzakat_sumut]