Sumatera Utara – Rumah Singgah Pasien (RSP) IZI Sumatera Utara kembali menggelar pembinaan keislaman rutin pada Rabu (16/9/26). Kajian kali ini mengangkat tema “Tafsir Q.S. An-Nas” yang disampaikan oleh Ustadz Alexander Zulkarnaen. Kegiatan tersebut diikuti oleh para pasien dan pendamping pasien yang tengah menjalani ikhtiar pengobatan di RSUP H. Adam Malik, Kota Medan. Kajian disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga dapat diterima oleh peserta dari berbagai latar belakang.
Dalam kajiannya, Ustadz Alexander menjelaskan kandungan Q.S. An-Nas yang mengajarkan seorang muslim untuk senantiasa memohon perlindungan hanya kepada Allah SWT. Surah An-Nas bersama Surah Al-Falaq dikenal sebagai Al-Mu’awwidzatain, yaitu dua surah yang berisi permohonan perlindungan kepada Allah dari berbagai keburukan. Ustadz turut menjelaskan bahwa dalam riwayat yang masyhur, terdapat kisah tentang Rasulullah SAW yang mengalami gangguan akibat sihir. Peristiwa tersebut menjadi salah satu konteks yang sering dikaitkan dengan turunnya Surah Al-Falaq dan An-Nas. Melalui kedua surah tersebut, umat Islam diajarkan untuk senantiasa kembali memohon perlindungan kepada Allah SWT. Para peserta juga dianjurkan untuk membiasakan membaca Surah Al-Falaq dan An-Nas pada waktu pagi dan petang, masing-masing sebanyak tiga kali, sebagai bagian dari dzikir dan do’a memohon perlindungan kepada Allah SWT.
Menurut Ustadz Alexander, Surah An-Nas juga menguatkan aqidah seorang muslim bahwa Allah SWT adalah Rabb manusia, Raja manusia dan sembahan manusia. Karena itu, ketika menghadapi ketakutan, kegelisahan, maupun berbagai kesulitan, seorang muslim hendaknya tidak mencari perlindungan dengan cara yang bertentangan dengan aqidah, melainkan kembali kepada Allah SWT. “Jangan sampai ketika menghadapi kesulitan, kita justru menggadaikan dan menodai aqidah dengan melakukan kesyirikan atau meminta pertolongan kepada selain Allah,” pesan Ustadz Alexander kepada para peserta. Beliau juga mengingatkan bahwa salah satu bentuk perlindungan diri adalah dengan memperbanyak dzikir dan mengingat Allah SWT. Ketika seseorang lalai dari mengingat Allah, hati dapat lebih mudah dipenuhi kegelisahan dan bisikan yang menjauhkan dari kebaikan. Karena itu, peserta diajak untuk membiasakan dzikir pagi dan petang, termasuk membaca Al-Ma’tsurat, sebagai bagian dari ikhtiar mendekatkan diri dan memohon perlindungan kepada Allah.
Ustadz Alexander menjelaskan bahwa gangguan dan bisikan yang mengajak kepada keburukan dapat berasal dari berbagai bentuk. Karena itu, seorang muslim perlu senantiasa memohon perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari godaan yang membuat lalai terhadap aturan-Nya. Lebih lanjut, beliau mengingatkan para pasien dan pendamping untuk tetap menjaga keimanan, apa pun kondisi dan ujian yang sedang dihadapi. Ujian sakit hendaknya tidak membuat seseorang mengambil jalan yang bertentangan dengan aqidah. “Iman itu mahal, maka jagalah. Jauhkan diri kita dari berbagai praktik kesyirikan,” tutur Ustadz Alexander.
Bagi siapa pun yang pernah terjatuh dalam kesalahan, Ustadz Alexander mengajak untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah SWT. Beliau mengingatkan kandungan Q.S. Az-Zumar tentang larangan berputus asa dari ampunan Allah dan pentingnya kembali kepada-Nya dengan taubat yang sungguh-sungguh. Selama masih diberikan kesempatan hidup, seorang hamba hendaknya segera bertaubat, menyesali kesalahan, mengakui kekeliruan, serta bertekad untuk tidak mengulanginya kembali.
Kajian berlangsung dengan penuh perhatian dan antusiasme dari para peserta. Di tengah proses pengobatan yang sedang dijalani, pembinaan keislaman ini menjadi ruang bagi pasien dan pendamping untuk kembali menguatkan hati, memperdalam pemahaman agama, serta mengingat bahwa hanya kepada Allah SWT tempat memohon pertolongan dan perlindungan. Melalui pembinaan keislaman yang rutin dilaksanakan, Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara terus berupaya menghadirkan pendampingan spiritual bagi pasien dan pendamping. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi penguat iman dan ketenangan hati bagi mereka dalam menjalani setiap ujian, sekaligus menumbuhkan kebiasaan untuk senantiasa berdzikir, berdo’a, dan berserah diri kepada Allah SWT.
[Fazliyah Nurhafshah Gultom – @inisiatifzakat_sumut]




