Inisiatif Zakat Indonesia bersama Paragon Distribusikan Air Bersih Siap Minum, Warga Sumringah di Tengah Dampak Karhutla

Palangka Raya – Kondisi karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Palangka Raya turut memberikan dampak bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran. Salah satunya warga yang berada di kawasan Jl. Simpei Karuhei V-E dan Jl. Simpei Karuhei V-D, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, yang merupakan wilayah permukiman terdekat dari salah satu titik karhutla dengan kondisi cukup parah.

Melihat kebutuhan masyarakat di tengah situasi tersebut, IZI bersama Paragon turut menyalurkan bantuan berupa air bersih siap minum kepada warga di kedua lokasi tersebut pada Jumat (18/9). Distribusi dilakukan dengan dua pendekatan menyesuaikan kondisi warga di masing-masing wilayah.

Di Jl. Simpei Karuhei V-E, warga terlihat sangat antusias menyambut kedatangan tim. Warga berkumpul di titik distribusi dengan membawa galon masing-masing untuk mendapatkan air bersih yang telah disiapkan. Sementara di Jl. Simpei Karuhei V-D, distribusi dilakukan secara door to door karena sebagian warga tidak mampu datang ke titik kumpul yang telah ditentukan. Tim kemudian mendatangi rumah-rumah warga untuk memastikan bantuan air bersih dapat diterima langsung oleh mereka yang membutuhkan.

Air yang disalurkan merupakan air bersih yang siap diminum, sehingga dapat langsung dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari. Antusiasme warga terlihat sepanjang proses distribusi. Wajah-wajah sumringah dan bahagia tampak ketika warga menerima bantuan air bersih. Bagi masyarakat yang berada di tengah kondisi karhutla, kehadiran bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang sangat berarti.

Senyum dan ucapan terima kasih dari warga menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana bantuan air bersih dapat memberikan rasa lega di tengah situasi yang sedang mereka hadapi. Kegiatan ini menjadi bagian dari respons kepedulian IZI dan Paragon terhadap masyarakat yang berada di sekitar wilayah terdampak karhutla. Dengan mendatangi langsung kawasan permukiman dan menyesuaikan metode distribusi dengan kondisi warga, bantuan diharapkan dapat diterima secara lebih mudah dan tepat sasaran.

[Ayu Aslami – @inisiatifzakat_kaltim]