Perjuangan Adik Artaliza ke Yogyakarta untuk Bisa Berbicara dan Makan dengan Normal

D.I. Yogyakarta – Artaliza Rasya yang akrab dipanggil Atta merupakan pasien anak berusia 9 tahun yang berasal dari Pangandaran, Jawa Barat. Atta terlahir dengan kondisi medis Palatoskizis, yaitu celah bawaan pada langit-langit rongga mulutnya. Kelainan anatomi sejak bayi ini berdampak langsung pada fungsi mengunyah, menelan, serta menghambat artikulasi udara saat memproduksi suara sehingga Atta intonasi pengucapan kata banyak yang masih belum jelas.

Atta selama pengobatan di rumah sakit rujukan ditemani oleh neneknya dikarenakan orang tua Atta harus bekerja dan merawat adiknya yang masih kecil di rumah. Sejak awal berobat di Yogyakarta, Atta dan neneknya tinggal di Rumah Singgah Pasien (RSP) IZI Yogyakarta dikarenakan keluarga Atta hidup dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas dan harus mengeluarkan biaya yang tidak tercover BPJS dan biaya operasional untuk ke Yogyakarta.

Saat ini, Atta harus menjalani pengobatan jangka panjang di Yogyakarta. Upaya medis pertama telah ditempuh keluarga adalah tindakan operasi Palatopkasti di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta untuk memperbaiki anatomi langit-langit mulutnya. Setelah operasi tersebut berhasil, langkah penanganan selanjutnya yaitu tahap rehabilitasi berupa terapi wicara untuk melatih kejelasan artikulasi kata dan tindakan operasi lanjutan untuk perbaikan posisi rahang dan rekonstruksi bibir.

Atta merupakan anak yang sangat ceria dan rajin. Selama di Rumah Singgah Pasien IZI, Atta jarang sekali mengeluhkan sakitnya dan rajin membantu bersih-bersih di lingkungan RSP. Dalam menunggu proses pengobatannya, Atta juga tidak meninggalkan proses belajarnya ditemani oleh sang nenek. Atta dan Neneknya sangat terbantu sekali bisa tinggal di Rumah Singgah Pasien IZI mengingat keterbatasan biaya selama di Yogyakarta. Di RSP IZI Atta dan neneknya mendapatkan fasilitas tempat tidur dan ambulance untuk antar jemput selama kontrol ke Rumah Sakit.

“Terima kasih banyak saya ucapkan untuk para donatur dan Rumah Singgah Pasien IZI karena saya sangat terbantu sekali disini. Saya cuma bisa mendoakan donatur semoga dimudahkan selalu rejekinya dan RSP IZI makin bermanfaat,” ujar nenek Atta. Perjuangan Atta dalam proses penyembuhan di Yogyakarta masih berlanjut. Rumah Singgah Pasien menjadi tempat berjuang untuk Atta dan keluarga dalam menjemput kesembuhan. Semoga Allah memberikan kemudahan dan kelancaran dalam proses penyembuhan Atta.

[Ulfa – @inisiatifzakat_jogjakarta]