Kabupaten Solok (22/9/26) — Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Perwakilan Sumatera Barat menyalurkan 100 paket makanan siap saji kepada penyintas banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok. Bantuan disalurkan ke Posko Rumah Dinas Wakil Bupati Solok serta Pos Pemuda yang menjadi salah satu pos logistik bagi penyintas bencana banjir bandang.

Banjir bandang terjadi pada Senin (21/9) sekitar pukul 19.45 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak sore hari. Banjir bandang yang bersumber dari hulu Sungai Batang Laso tersebut membawa material pasir, batu, lumpur, dan air hingga menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok, Arosuka, Kecamatan Gunung Talang. Salah satu lokasi pengungsian berada di Posko Rumah Dinas Wakil Bupati Solok. Hingga saat ini, terdapat 27 orang pengungsi yang berada di lokasi tersebut, terdiri dari anak-anak, lansia, dan orang dewasa. Jumlah pengungsi masih berpotensi bertambah, terutama pada malam hari, seiring adanya warga yang membutuhkan tempat aman untuk berlindung dan beristirahat.
Selain itu, Perumahan Nuansa Griya Arosuka turut menjadi salah satu wilayah yang terdampak. Berdasarkan pendataan sementara, terdapat 252 penyintas yang terdampak di kawasan tersebut. Namun, data ini masih belum diperbarui karena kondisi lapangan masih dipenuhi material lumpur dengan ketinggian hingga selutut orang dewasa, sehingga proses pendataan dan penjangkauan warga belum dapat dilakukan secara optimal. Kondisi tersebut juga menjadi tantangan bagi Tim TRC IZI Sumatera Barat yang belum dapat menjangkau kawasan Perumahan Nuansa Griya Arosuka. Tingginya material lumpur membuat akses menuju lokasi masih sulit dilalui dan membutuhkan kondisi yang lebih aman untuk dilakukan penjangkauan serta pendataan lanjutan.

Di sisi lain, pusat pos koordinasi penanganan bencana telah menyediakan sejumlah layanan bagi masyarakat terdampak. Dapur umum, dapur hangat, dan layanan kesehatan telah tersedia untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga. Namun, lokasi pos koordinasi tersebut cukup jauh apabila ditempuh dengan berjalan kaki, sehingga akses terhadap layanan menjadi salah satu perhatian bagi warga yang berada di lokasi terdampak. Merespons kondisi tersebut, IZI Sumatera Barat menyalurkan 100 paket makanan siap saji yang dilengkapi dengan air mineral dan Vitamin C ke titik-titik yang menjadi bagian dari penanganan penyintas, yaitu Posko Rumah Dinas Wakil Bupati Solok dan Pos Pemuda. Di Posko Rumah Dinas Wakil Bupati, bantuan diberikan kepada para pengungsi yang berada di lokasi. Sementara itu, Pos Pemuda berfungsi sebagai salah satu pos logistik bagi penyintas bencana banjir bandang.
Salah seorang penerima manfaat, Nenek Junis (68), mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima. “Alhamdulillah, terima kasih atas bantuan makanan yang diberikan. Bantuan ini sangat membantu kami yang sedang berada di pengungsian. Semoga Allah membalas kebaikan para donatur dan semua yang sudah membantu,” ungkap Nenek Junis.

Forina Febriany, selaku perwakilan IZI Sumatera Barat, menyampaikan bahwa penyaluran makanan siap saji merupakan bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat dalam situasi darurat. “Saat terjadi bencana, kebutuhan makanan menjadi salah satu hal yang harus segera dipenuhi, terutama bagi anak-anak dan lansia yang berada di pengungsian. Kami berharap 100 makanan siap saji ini, lengkap dengan air mineral dan Vitamin C, dapat membantu memenuhi kebutuhan para pengungsi di Posko Rumah Dinas Wakil Bupati Solok serta mendukung penyintas yang berada di sekitar Pos Pemuda. Kami juga terus memantau kondisi di lapangan karena masih ada wilayah yang belum dapat dijangkau akibat tingginya material lumpur,” ujar Forina.
IZI Sumatera Barat terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan berupaya menyalurkan bantuan berdasarkan kebutuhan penyintas. Penjangkauan ke wilayah yang masih sulit diakses akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan keamanan tim serta masyarakat. Melalui bantuan tersebut, IZI berharap kebutuhan pangan masyarakat terdampak dapat terbantu, khususnya para pengungsi dan penyintas yang membutuhkan dukungan selama masa tanggap darurat.
[Sinthiya Adela Fitri – @inisiatifzakat_sumbar]





