PT PLN Indonesia Power UBP Semarang bersama IZI Jateng Gelar Edukasi Remaja serta Salurkan PMT bagi Ibu Hamil Anemia di Tanjung Mas

Semarang — Dalam upaya pencegahan stunting, terus dilakukan melalui penguatan edukasi kesehatan sejak usia remaja hingga masa kehamilan. PT PLN Indonesia Power UBP Semarang bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah menggelar Program Pembinaan Remaja dan Edukasi Masyarakat Cegah Stunting di Balai Pertemuan RW X, Tanjung Mas, Semarang Utara, pada Sabtu (26/9/26). Kegiatan ini diisi dengan sosialisasi kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja dan masyarakat, pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil anemia, pemeriksaan hemoglobin (HB) gratis bagi remaja putri, serta penyerahan bantuan 30 Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) kepada Puskesmas Bandarharjo Semarang Utara.

Program ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan pemenuhan gizi sejak dini sebagai bagian dari pencegahan stunting. Sebanyak 50 remaja dari tiga RW di wilayah Tanjung Mas mengikuti kegiatan pembinaan, terdiri dari 20 remaja dari RW 8 dengan 10 putra dan 10 putri, 15 remaja dari RW 10 dengan 5 putra dan 10 putri, serta 15 remaja dari RW 11 dengan 5 putra dan 10 putri. Selain edukasi, remaja putri juga mendapatkan fasilitas pemeriksaan HB secara gratis untuk mengetahui kondisi kadar hemoglobin sebagai bagian dari perhatian terhadap kesehatan remaja putri.

Dadan Budiansyah selaku Officer Community Development PT PLN Indonesia Power UBP Semarang menyampaikan bahwa perhatian terhadap kesehatan perlu dimulai sejak usia remaja. “Kami berharap melalui kegiatan ini, para remaja mendapatkan pemahaman yang baik mengenai kesehatan reproduksi dan gizi. Edukasi seperti ini penting karena pengetahuan yang diperoleh sejak sekarang dapat menjadi bekal bagi mereka untuk menjaga kesehatan diri dan mempersiapkan kehidupan yang sehat di masa mendatang, termasuk dalam upaya pencegahan stunting,” ujar Dadan Budiansyah. Sementara itu, drg. Rozzy Al Fathi dari Puskesmas Bandarharjo mengapresiasi sinergi yang terbangun dalam kegiatan tersebut. “Kegiatan seperti ini sangat membantu dalam memberikan edukasi kesehatan secara langsung kepada remaja dan masyarakat. Kami berharap pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, gizi, serta pemeriksaan kesehatan dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar drg. Rozzy Al Fathi.

Dilinov Kamarullah, S.IP., M.M. selaku Sekretaris Kecamatan Semarang Utara juga turut menyampaikan bahwa “Pentingnya menjaga kesehatan dan menerapkan pola makan bergizi seimbang perlu dilakukan sejak usia remaja agar tubuh tetap sehat hingga memasuki usia dewasa dan lanjut usia. Salah satunya dengan memperhatikan kecukupan asupan gizi harian, termasuk mengonsumsi sumber protein seperti daging sesuai kebutuhan tubuh. Dengan menjaga pola makan dan memenuhi kebutuhan gizi sejak dini, diharapkan kita dapat menjaga kesehatan serta mengurangi risiko berbagai penyakit yang dapat muncul akibat kekurangan gizi di usia lanjut” ujar Dilinov Kamarullah.

Kegiatan pembinaan remaja dilaksanakan dalam dua sesi, yakni materi kesehatan reproduksi oleh dr. Novitasari Rohmaningsih dari Puskesmas Bandarharjo dan edukasi gizi oleh Rahma Dinta I, S.Tr. Gz, yang mengajak para remaja memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, asupan makanan bergizi, serta pola hidup sehat, sebagaimana diungkapkan salah satu remaja RW 8 Tanjung Mas yang mengaku mendapat banyak pengetahuan baru, termasuk soal pentingnya pemeriksaan HB bagi remaja putri. Selain pembinaan remaja, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan simbolis 30 Buku KIA kepada Puskesmas Bandarharjo Semarang Utara serta bantuan PMT berupa susu Prenagen, kornet, dan telur bagi tiga ibu hamil anemia di wilayah Tanjung Mas, sebagai bentuk dukungan bersama untuk kesehatan ibu dan anak sekaligus memperkuat perhatian terhadap kondisi gizi ibu hamil.

Melalui sinergi PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, IZI Jawa Tengah, Kecamatan Semarang Utara, Puskesmas Bandarharjo, serta masyarakat Tanjung Mas, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan reproduksi, gizi, dan pencegahan stunting. Edukasi yang diberikan kepada remaja diharapkan dapat menjadi bekal untuk menjaga kesehatan sejak dini, sementara dukungan bagi ibu hamil dan fasilitas kesehatan dapat membantu memperkuat upaya pencegahan masalah gizi di masyarakat. Semoga kolaborasi ini terus memberikan manfaat dan menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.

[Ariefta – @inisiatifzakat_jateng]