Semarang — Aktivitas produksi Batik & Craft Katun Ungu (Kawula Tuna Rungu) terus berjalan melalui keterlibatan para anggota sesuai kemampuan dan keahlian masing-masing. Berdasarkan supervisi dan monitoring IZI Jawa Tengah pada periode bulan September 2026, Sri Suprapti selaku Ketua Paguyuban Batik & Craft Katun Ungu, bersama suami, keluarga, dan seluruh anggota, dalam kondisi sehat.
Berbasis di wilayah Tegalsari, Kota Semarang, tempat tersebut juga menjadi lokasi produksi batik sekaligus ruang berkumpul dan berkoordinasi para anggota Katun Ungu. Dalam menjalankan kegiatan, Sri terus menggerakkan anggota untuk aktif dalam produksi, mengikuti pameran, serta memasarkan berbagai produk batik dan craft.

Katun Ungu memproduksi berbagai jenis batik, mulai dari batik tulis, batik cap, batik ciprat, hingga batik kontemporer. Selain kain batik, anggota juga menghasilkan produk craft seperti tote bag, dompet, dan gantungan kunci. Selama September 2026, Katun Ungu telah memproduksi 8 kain batik berukuran sekitar 2 meter, terdiri dari 6 kain menggunakan pewarna alam dan 2 kain menggunakan pewarna sintetis. Dari jumlah tersebut, 3 kain dibuat dengan teknik batik tulis dan 5 kain menggunakan teknik batik cap. Untuk menjaga keberlanjutan produksi, saat ini tersedia sekitar 5 lembar kain katun sutra, sedangkan persediaan kain prisma telah habis dan akan kembali dibeli setelah proses produksi yang sedang berjalan selesai.
Dalam pengembangan keterampilan dan pemasaran, perwakilan Katun Ungu juga mengikuti berbagai kegiatan pada September 2026. Pada 26–29 September 2026, Tomo, Dian, dan Ichsan mewakili Katun Ungu dalam pelatihan batik di Rumah Dinas Pendistribusian Pemerintah Kota Semarang. Selanjutnya, pada 28 September 2026, perwakilan Katun Ungu turut mengikuti pameran yang diselenggarakan oleh DBS Foundation di Balai Kota Semarang. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari upaya anggota untuk meningkatkan keterampilan sekaligus memperkenalkan produk Batik & Craft Katun Ungu kepada masyarakat dan membuka jejaring pemasaran yang lebih luas.
Melalui supervisi dan monitoring yang dilakukan, IZI Jawa Tengah terus mendampingi perkembangan usaha binaan PT PLN Indonesia Power UBP Semarang agar kegiatan produksi dan pengembangan usaha dapat berjalan secara berkelanjutan. Ke depan, Katun Ungu diharapkan dapat terus meningkatkan kapasitas produksi, mengembangkan variasi produk, serta memperluas akses pemasaran melalui pameran maupun jejaring yang telah dibangun. Pendampingan ini diharapkan turut memperkuat kemandirian ekonomi para anggota Katun Ungu melalui keterampilan dan usaha yang terus dikembangkan.
[Ariefta – @inisiatifzakat_jateng]





