Berjuang Pulih dari Luka Bakar, Ani Temukan Tempat Bernaung di Rumah Singgah Pasien IZI Sumut

Sumatera Utara – Musibah kebakaran yang terjadi pada Agustus 2026 menjadi titik balik yang tidak pernah Ani Lidya, 40 tahun, bayangkan sebelumnya. Warga Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat, itu harus berjuang menyelamatkan diri dari kobaran api yang membakar rumah tempat ia menjaga rumah tetangganya. Malam itu, Ani sedang tertidur di lantai satu rumah dua lantai tersebut. Tanpa diduga, terjadi korsleting listrik di lantai dua. Bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api dengan cepat membesar hingga lantai dua yang terbakar roboh ke lantai satu. Di lantai satu, beberapa bagian rumah masih dalam tahap renovasi. Cat dan berbagai perlengkapan lainnya yang mudah terbakar membuat api semakin cepat menjalar. Ani terbangun ketika api sudah berada di sekitar area pintu keluar. Dalam kondisi panik dan berusaha menyelamatkan diri, Ani mencoba keluar dari rumah. Namun, gagang pintu yang hendak digunakannya sudah dilahap api. Ani tetap berusaha melewatinya demi menyelamatkan diri.

Akibat kejadian tersebut, bagian atas tubuh Ani mengalami luka bakar. Wajah dan dadanya juga terpapar hawa panas yang sangat tinggi. Sementara itu, bagian pundak, punggung, dan tangan mengalami luka bakar. Bahkan, tangan kanan Ani sempat berada dalam kondisi yang dikhawatirkan hingga hampir harus diamputasi akibat luka bakar yang dialaminya. Setelah berhasil keluar dari rumah, Ani segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Rumah yang menjadi tempat kejadian pun hangus tak bersisa. Di rumah sakit tersebut, Ani menjalani sejumlah tindakan untuk menangani luka bakarnya. Kulit dan jaringan yang terbakar dibersihkan atau dilakukan tindakan debridement, kemudian luka dibalut dengan perban. Namun, proses pengobatan yang dijalani Ani tidaklah mudah. Dalam tindakan berikutnya, Ani menjalani proses pembersihan jaringan yang terbakar tanpa pembiusan. Rasa sakit yang dirasakannya begitu hebat hingga membuat Ani harus menahan rasa nyeri yang luar biasa.

Dua kali tindakan tersebut dijalani Ani dalam kondisi tanpa pembiusan. Hingga akhirnya, Ani meminta kepada suaminya agar dibawa ke rumah sakit di Kota Medan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Ani kemudian berangkat bersama suaminya menuju RSUP H. Adam Malik Medan dan menjalani perawatan di sana. Di tengah kondisi tersebut, perjuangan Ani tidak hanya berkaitan dengan pemulihan dirinya. Sebagai seorang ibu, Ani selama ini turut membantu perekonomian keluarga dengan berjualan sarapan pagi. Sementara suaminya, Novi Harja, bekerja serabutan, mulai dari menjadi pemandu wisata di kawasan Bukit Lawang hingga mengambil pekerjaan sebagai tukang bangunan dan pekerjaan lainnya. Untuk mendampingi pengobatan Ani di Medan, keduanya sempat tinggal di rumah kos di sekitar rumah sakit. Namun, biaya tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari menjadi beban tambahan bagi keluarga yang tengah menghadapi musibah.

Hingga suatu hari, saudara Ani yang sebelumnya pernah menjalani perawatan di RSUP H. Adam Malik dan pernah tinggal di rumah singgah memberikan informasi mengenai Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara. Ani dan Novi kemudian mencoba datang ke RSP IZI Sumut. Di tengah hujan yang mengguyur perjalanan mereka, keduanya tetap berusaha menuju Rumah Singgah Pasien dengan harapan dapat memperoleh tempat tinggal selama menjalani pengobatan.

Alhamdulillah, Ani dan suaminya akhirnya diterima untuk tinggal di RSP IZI Sumatera Utara. Bagi Ani dan Novi, keberadaan RSP menjadi pertolongan yang sangat berarti di tengah kondisi sulit yang sedang mereka hadapi. Tidak lagi harus memikirkan biaya kos selama menjalani pengobatan membuat mereka dapat lebih fokus mendampingi proses pemulihan Ani. “Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada RSP IZI karena telah menerima kami di sini. Dilayani dengan baik, sangat tertolong kali kami dengan RSP ini, Bu. Do’a saya untuk donatur IZI, semoga hal baik seperti ini dapat terus berlanjut sehingga makin banyak masyarakat yang terbantu, Bu,” ucap Novi Harja penuh haru.

Perjalanan Ani untuk pulih mungkin masih panjang. Namun, di tengah luka dan ujian yang begitu berat, hadirnya keluarga, tenaga medis, serta kepedulian para donatur melalui Rumah Singgah Pasien IZI menjadi bagian dari kekuatan bagi Ani untuk terus menjalani ikhtiar pengobatannya.Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan, kekuatan, dan kesabaran kepada Ani serta keluarganya. Semoga setiap bantuan yang diberikan para donatur melalui Rumah Singgah Pasien IZI Sumatera Utara menjadi amal kebaikan yang terus mengalir dan dibalas Allah SWT dengan keberkahan serta kebaikan yang berlipat.

[Fazliyah Nurhafshah Gultom – @inisiatifzakat_sumut]