Maros — Program “Integrasi Teknologi Electrifying Marine dan Ekonomi Sirkular untuk Pemberdayaan Pesisir Kuri Caddi” hasil kolaborasi PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek (Pusmanpro) dan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) meraih apresiasi dalam Indonesia Green Awards (IGA) 2026 dan Corporate Economic Protection Index (CEPI) dari La Tofi ESG Rating. Program yang penerima penghargaannya adalah PT PLN (Persero) Pusmanpro tersebut memperoleh predikat Platinum Alignment dengan skor 93,80 pada kategori Inovasi Sosial & Rekayasa Teknologi Hijau. Program ini juga mendapat predikat Champion Candidate dalam CEPI dengan nilai 2,66 dan Risk Mitigation Effectiveness 89%. Penghargaan diberikan pada 29 Juli 2026.

Program di wilayah pesisir Kuri Caddi, Kabupaten Maros, mengintegrasikan pemanfaatan teknologi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pada sektor hulu, nelayan mendapatkan dukungan teknologi Electrifying Marine, termasuk kelistrikan perahu dan lampu penangkapan ikan berbasis LED. Di sektor hilir, KUB Mom’s Keren mendapatkan penguatan sarana produksi dan kapasitas usaha untuk mengembangkan produk olahan hasil laut dan sumber daya lokal, seperti keripik rajungan dan sambal ikan bete-bete.
Sebanyak 12 nelayan dan 6 perempuan anggota KUB Mom’s Keren menjadi penerima manfaat langsung. Program juga mendorong keterhubungan antara nelayan sebagai penyedia bahan baku dan kelompok usaha sebagai pengolah, sehingga terbentuk rantai nilai ekonomi dari hulu hingga hilir.

Manager PLN Pusmanpro UPMK V, Ridwan Harjono, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan upaya PLN Pusmanpro menghadirkan TJSL yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. “Melalui kolaborasi bersama IZI, kami berupaya mengintegrasikan pemanfaatan teknologi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat terus berkembang secara berkelanjutan.” ujar Ridwan.
Kepala Perwakilan IZI Sulawesi Selatan, Eko Mulyono, menambahkan bahwa pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi diarahkan pada peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat. “Keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari tersedianya bantuan atau sarana produksi, tetapi dari sejauh mana masyarakat mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi.” tutur Eko.Bagi IZI, kolaborasi bersama PLN Pusmanpro di Kuri Caddi menjadi bagian dari upaya menghadirkan pemberdayaan yang menghubungkan teknologi, kapasitas masyarakat, penguatan usaha, dan akses pasar secara berkelanjutan.
[Makhrur Rozi – @inisiatifzakat_sulsel]




