Jakarta – Di tengah tantangan ekonomi yang semakin dinamis, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) bersama Kitabisa menghadirkan Program Lapak Berkah sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi para ibu tangguh yang berjuang memenuhi kebutuhan keluarga. Program ini telah diresmikan di IZI Perwakilan Jakarta dan menghadirkan enam orang penerima manfaat yang merupakan pejuang ekonomi dan ibu tangguh bagi keluarga masing-masing, pada Senin (5/10/26).
Program ini ditujukan untuk membantu perempuan pelaku usaha agar dapat mengembangkan usaha yang dimiliki, meningkatkan pendapatan, serta memiliki peluang lebih besar untuk mencapai kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan. Melalui program ini, IZI dan Kitabisa berupaya memberikan dukungan kepada para ibu yang memiliki semangat berwirausaha, tetapi masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi permodalan, pengelolaan usaha, maupun akses untuk mengembangkan bisnisnya.

Pihak IZI mengucapkan selamat kepada para penerima manfaat yang terpilih dan mengajak penerima manfaat untuk berdoa bagi Kitabisa. “Mari kita berikan doa terbaik kepada donatur Kitabisa, semoga program ini bermanfaat untuk ibu-ibu di sini dan berkah untuk semuanya. Insyaa Allah, selama program, ibu-ibu semuanya akan dilatih dalam pencatatan usaha, monitoring ibadah, dan membiasakan sedekah setelah berjualan,” ujar Irfan Zidni selaku General Manager Zakat Funding Zona 1 IZI.
M. Shiddiq Alfaruqi, Manager Islamic Kitabisa, menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan kondisi ekonomi saat ini, di mana masyarakat membutuhkan stimulus agar daya beli meningkat dan ekonomi bergerak. Salah satu penggerak ekonomi di Indonesia berasal dari UMKM. Kitabisa mengucapkan selamat kepada ibu-ibu yang telah diterima sebagai penerima manfaat program ini, yang tentunya melalui proses asesmen yang mendalam. “Terima kasih dan senang bisa bertemu dengan ibu-ibu tangguh penopang peradaban di sini. Kami juga mengapresiasi program ini karena penerimanya khusus ibu-ibu. Kenapa ibu-ibu? Karena selain membina di rumah, mereka juga membantu mencukupi kebutuhan keluarganya. Kemudian, selama program, ibu-ibu jangan lupa untuk mengisi buku catatan omset penjualan, dan jangan lupa untuk terus meningkatkan ibadahnya,” tutup M. Shiddiq.

Program ini diikuti oleh para ibu-ibu tangguh, salah satunya Elly, seorang mualaf dan single mom yang kesehariannya berjualan nasi uduk untuk membiayai tiga anaknya. Ibu tangguh lainnya, ibu Jahroh, yang belum genap satu bulan ditinggal suami yang sudah meninggal, saat ini melanjutkan hidup dengan berjualan pecel ayam untuk memenuhi kebutuhan dua anaknya.
Melalui Program Lapak Berkah, IZI dan Kitabisa berharap dukungan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para penerima manfaat. Usaha yang dijalankan diharapkan terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi keluarga masing-masing. Di tengah situasi ekonomi yang tidak selalu mudah, langkah kecil untuk memperkuat usaha diharapkan menjadi awal bagi para ibu tangguh untuk meraih kehidupan yang lebih baik dan mandiri.
[ferdiansyah – @inisiatifzakat_jakarta]




