Dari Adam Ghifari dan Keluarga, Tiga Sumur Menjadi Jejak Kebaikan yang Terus Mengalir di Aceh

Bireuen – Ada kebaikan yang selesai pada saat diberikan. Namun ada pula kebaikan yang terus hidup, mengalir dari hari ke hari, menghadirkan manfaat bagi banyak orang bahkan ketika pemberinya tidak lagi berada di tempat itu. Kebaikan seperti itulah yang kini dirasakan masyarakat Aceh melalui pembangunan tiga sumur dari Adam Ghifari dan keluarga. Dua sumur hadir di Kabupaten Bireuen dan satu sumur lainnya di Aceh Tamiang.

Di kawasan Pantai Paya, Kabupaten Bireuen, sarana air yang dibangun menjadi penunjang kebutuhan air dan ibadah masyarakat serta jamaah di sekitar lokasi. Kini akses air menjadi lebih mudah, terutama untuk berwudhu sebelum menunaikan salat. Setiap tetes air yang digunakan menjadi bagian dari manfaat yang terus dirasakan oleh masyarakat pesisir.

Sementara itu, di Dayah Madinatuddiniyah Kabupaten Bireuen, kebahagiaan dirasakan oleh 120 santri yang menuntut ilmu dan menghafal ayat-ayat Allah setiap harinya. Air dari sumur tersebut menjadi kebutuhan penting untuk wudhu, mandi, dan aktivitas sehari-hari para santri. Bagi mereka, hadirnya sumber air yang memadai bukan sekadar bantuan fasilitas, tetapi juga kemudahan dalam menuntut ilmu dan beribadah.

Di lokasi yang berbeda, tepatnya di Dusun Butsi, Desa Sungai Iyu, Aceh Tamiang, sumur dibangun di kawasan Kantor Desa dan Masjid Sungai Iyu. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh jamaah masjid, tetapi juga akan disalurkan kepada warga sekitar yang membutuhkan akses air bersih. Kehadirannya menjadi harapan bagi satu dusun untuk memperoleh sumber air yang lebih mudah dan dijangkau.

Yang paling mengharukan bukan hanya berdirinya sumur-sumur tersebut, tetapi juga doa-doa yang lahir dari para penerima manfaat. Doa dari santri yang setiap hari menimba ilmu, doa dari jamaah yang berwudhu sebelum bersimpuh dalam sujud, dan doa dari masyarakat yang merasakan kemudahan dalam kehidupan mereka. Mungkin Adam Ghifari dan keluarga tidak mengenal satu per satu orang yang menikmati manfaat ini. Namun, kini ada ratusan, bahkan lebih banyak lagi, orang yang merasakan dampak kepedulian beliau. Ada santri yang lebih mudah beribadah, jamaah yang lebih tenang bersuci, dan warga yang terbantu memenuhi kebutuhan air bersih keluarganya.

Tiga sumur ini bukan sekadar bangunan. Sumur-sumur ini adalah jejak kebaikan yang akan terus mengalir bersama setiap tetes air yang digunakan. Dari Pantai Paya di Bireuen, Dayah Madinatuddiniyah yang menaungi 120 santri, hingga Dusun Butsi di Aceh Tamiang, manfaat itu kini hadir, menghidupkan harapan dan menguatkan kehidupan masyarakat. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan, kesehatan, dan kebahagiaan kepada Adam Ghifari dan keluarga, serta menjadikan setiap tetes air yang dimanfaatkan masyarakat, jamaah, dan para santri sebagai amal jariyah yang terus mengalir tanpa putus. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

[Rudi – @inisiatifzakat]