KEIMANAN Salurkan 40 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Ngawen Gunungkidul, Yogyakarta

Gunungkidul — Di tengah sulitnya mendapatkan air bersih saat musim kemarau, kehadiran air menjadi lebih dari sekadar bantuan. Air adalah harapan, kelegaan, dan bukti bahwa masih ada kepedulian yang mengalir untuk mereka yang membutuhkan. Kelompok Intelektual Muda Anak Alam Nusantara (KEIMANAN) berkolaborasi dengan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) dalam program penyaluran air bersih bagi masyarakat di Padukuhan Wonongso dan Padukuhan Gelaran, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kolaborasi ini, sebanyak 40.000 liter air bersih disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan dan kesulitan air.

Penyaluran air bersih dilakukan sejak Kamis (15/10/2026) dan didistribusikan secara bertahap agar pasokan air bersih dapat dirasakan dalam waktu yang lebih lama. Air bersih disalurkan ke berbagai wadah penampungan milik warga, mulai dari galon, jeriken, atau wadah lainnya hingga tandon air. Selain itu, distribusi juga menjangkau beberapa sumur warga sebagai bagian dari upaya penyediaan air agar dapat dialirkan hingga ke rumah-rumah masyarakat.

Bagi sebagian orang, air mungkin begitu mudah didapatkan. Cukup dengan membuka keran, air langsung mengalir untuk memasak, mandi, mencuci, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, bagi masyarakat di wilayah yang mengalami kesulitan air, mendapatkan air bersih membutuhkan perjuangan, waktu, dan tenaga. Setiap tetesnya menjadi sesuatu yang berharga.

Kolaborasi bersama KEIMANAN menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh lebih kuat ketika berbagai pihak bergerak bersama. Kepedulian tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang besar dan rumit. Terkadang, kepedulian sesederhana memastikan sebuah keluarga memiliki air untuk memasak, seorang ibu dapat menyiapkan kebutuhan anak-anaknya, dan warga tidak lagi sepenuhnya dibayangi kekhawatiran tentang persediaan air di rumah.

Melalui program ini, KEIMANAN dan IZI berharap semangat gotong royong dan solidaritas sosial terus tumbuh, terutama dalam membantu masyarakat menghadapi kesulitan akibat keterbatasan akses air bersih. Kolaborasi ini juga menjadi pengingat bahwa persoalan air bukan hanya tentang ketersediaan sumber daya, tetapi juga tentang keberpihakan dan kepedulian terhadap kebutuhan dasar sesama. Sebab, ketika air mulai sulit ditemukan, kepedulianlah yang seharusnya tidak pernah mengering. Ketika air bersih sampai ke rumah-rumah warga, yang mengalir bukan hanya air, melainkan juga rasa bahwa mereka tidak sendirian.

[Misda Mulya – @inisiatifzakat_jogjakarta]