Semarang – PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Semarang bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah terus mendukung pemberdayaan ekonomi Paguyuban Batik & Craft Katun Ungu (Kawula Tuna Rungu) Semarang pada periode bulan Oktober 2026.

Kelompok usaha yang diketuai Sri Suprapti ini merupakan kelompok binaan PT PLN Indonesia Power UBP Semarang bersama IZI Jawa Tengah yang mengembangkan berbagai produk batik dan kerajinan, mulai dari batik tulis, batik cap, batik ciprat, hingga produk turunan seperti dompet, tote bag, outer rompi, dan kemeja batik. Kegiatan produksi dilakukan secara berkelompok dengan pembagian tugas sesuai kemampuan dan keterampilan masing-masing anggota.
Pada 2 Oktober 2026, Sri Suprapti bersama Dian Oktavia mendapatkan kesempatan dari Hotel Somerset untuk memberikan pelatihan membatik bagi anak-anak. Kegiatan tersebut menjadi peluang bagi anggota Katun Ungu untuk berbagi keterampilan sekaligus memperluas pengalaman dalam kegiatan edukasi membatik. Selain menjalankan produksi, Katun Ungu juga terus berupaya memperluas pemasaran melalui berbagai kesempatan penjualan dan kerja sama dengan sejumlah pihak.

Selama Oktober 2026, Katun Ungu mencatat pendapatan penjualan sebesar Rp1.800.000. Pendapatan tersebut berasal dari penjualan satu kain batik cap dengan pewarna alam seharga Rp500.000 dan penjualan berbagai produk batik senilai Rp1.300.000 dalam kegiatan peringatan HUT ke-31 PT PLN Indonesia Power di Jakarta. Produk yang dibawa meliputi batik tulis dan batik cap dengan pewarna alam maupun sintetis, batik ciprat, outer rompi, serta kemeja batik. Selain itu, Katun Ungu juga menitipkan beberapa kain batik tulis dengan pewarna sintetis dan dompet batik berukuran besar untuk dijual sebagai upaya memperluas jangkauan pemasaran produk.
Melalui program pemberdayaan dan pendampingan yang dilakukan bersama, PT PLN Indonesia Power UBP Semarang dan IZI Jawa Tengah berharap Katun Ungu dapat terus mengembangkan keterampilan anggota, meningkatkan produktivitas, dan memperluas akses pasar. Berbagai kesempatan pelatihan dan pemasaran diharapkan dapat mendukung keberlangsungan usaha serta meningkatkan pendapatan kelompok. Dengan demikian, anggota Katun Ungu dapat terus berkarya, mengembangkan potensi yang dimiliki, dan memperkuat kemandirian ekonomi melalui usaha batik dan kerajinan.
[Ariefta – @inisiatifzakat_jateng]




