Semarang — Untuk membantu meningkatkan penjualan usaha binaan, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah memberikan bantuan alat usaha kepada Setiyowati, penerima manfaat program Lapak Berkah YBM PLN UP3 Semarang. Bantuan berupa baki aluminium untuk tempat lauk pauk dan termos nasi ini diberikan setelah pelaksanaan supervisi dan monitoring usaha pada periode bulan Oktober 2026. Setiyowati menjalankan Warung Berkah yang berlokasi di depan SD Negeri Genuk 01 dengan menjual soto ayam, aneka gorengan, jajanan anak-anak, dan berbagai minuman.

Selama ini, Setiyowati berjualan setiap hari mulai pukul 06.30 hingga 14.00 WIB. Jika terdapat kegiatan sekolah, ia dapat melanjutkan usahanya hingga sore hari. Dalam menjalankan Warung Berkah, Setiyowati dibantu oleh ibunya untuk melayani pembeli, sementara kegiatan memasak dan menggoreng dilakukan sendiri. Omzet kotornya masih sekitar Rp250.000 per hari, sama seperti bulan sebelumnya.
Pendapatan tersebut belum banyak berubah karena lokasi usaha berada di area sekolah sehingga jumlah pembeli bergantung pada aktivitas sekolah. Sebagian besar pembelinya merupakan siswa dan orang tua yang mengantar atau menjemput anak, sehingga pelanggan yang datang cenderung orang yang sama.

Melihat peluang untuk menambah pembeli, Setiyowati berencana menyediakan aneka lauk pauk dan nasi rames. Ia berharap orang tua yang menunggu atau menjemput anak di sekolah dapat membeli makanan untuk dibawa pulang. Rencana ini juga menjadi upaya untuk menambah pilihan menu bagi pelanggan yang selama ini membeli makanan dan minuman di Warung Berkah. Untuk mendukung rencana tersebut, IZI Jawa Tengah memberikan baki aluminium dan termos nasi agar Setiyowati lebih mudah menyiapkan serta menyajikan menu tambahan.
Melalui bantuan ini, IZI Jawa Tengah berharap Warung Berkah dapat berkembang dengan pilihan menu yang lebih beragam dan menjangkau lebih banyak pembeli. Penambahan menu lauk pauk dan nasi rames diharapkan membuka peluang peningkatan penjualan sehingga pendapatan usaha dapat bertambah dan membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Pendampingan melalui supervisi dan monitoring juga menjadi bagian dari upaya mendorong penerima manfaat agar terus mengembangkan usaha secara bertahap dan mandiri.
[Ariefta – @inisiatifzakat_jateng]




