Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Layanan Donasi
    • Layanan Konsultasi Donatur
    • Layanan Penerima Manfaat
  • Tata Kelola
    • Laporan
      • Ramadhan
      • Qurban
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Layanan Donasi
    • Layanan Konsultasi Donatur
    • Layanan Penerima Manfaat
  • Tata Kelola
    • Laporan
      • Ramadhan
      • Qurban
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Dosa Kecil akan Menjadi Besar Karena 3 Hal Ini

Ayu Lestari2018-07-16T07:36:16+07:00
Ayu Lestari Hadits of the Week 0 Comments

Apakah kita termasuk golongan orang yang suka meremehkan dosa-dosa kecil?

“Aah… cuma mengambil uang sedikit saja kok.”

“Hanya menghisap rokok sebatang sehari…”

“Cuma marah-marah sebentar doang.”

Sesungguhnya tidak ada dosa yang disebut dosa kecil, karena ketika kita melakukan dosa tersebut dengan kesadaran… apalagi sampai mengulanginya kembali, artinya kita telah meremehkan aturan dan larangan Allah.

Berikut ini 3 hal yang menyebabkan dosa yang dianggap remeh dan kecil berubah menjadi dosa yang bernilai besar di sisi Allah:

 

  1. Dilakukan secara kontinyu

Allah menyukai amalan shalih dan amal ibadah yang dilakukan secara kontinyu alias terus-menerus, tetapi membenci dosa yang dilakukan terus-menerus.

“Tidak menjadi dosa besar sebuah dosa bila disertai dengan istighfar dan bukan dosa kecil lagi suatu perbuatan bila dilakukan terus menerus.” (HR. Ath-Thabrani)

Maka, sebisa mungkin untuk menahan diri tidak melakukan sebuah perbuatan dosa secara berulang, sekalipun kita menganggapnya dosa yang remeh saja. Astaghfirullah.

 

  1. Menyepelekan dosa

Dosa yang sebenarnya termasuk dosa kecil bisa berubah menjadi dosa besar ketika kita menyepelekannya dan memandangnya sebagai perbuatan remeh ibarat lalat yang terbang dan hinggap di hidungnya, tinggal ia kibaskan saja tangannya maka lalat itu akan pergi.

Ketika kita menganggap dosa yang kita lakukan seperti itu… tinggal kibaskan tangan sedikit langsung hilang, sangat mungkin dosa tersebut sudah masuk ke dalam golongan dosa besar.

“Sesungguhnya seorang mukmin melihat dosanya seakan-akan ia duduk di sebuah gunung dan khawatir gunung tersebut akan menimpanya. Sedangkan seorang yang fajir (yang gemar maksiat), ia akan melihat dosanya seperti seekor lalat yang lewat begitu saja di hadapan batang hidungnya.” (HR. Bukhari)

Faktanya, maksiat atau dosa yang saat ini kita anggap remeh, adalah sesuatu yang nilainya besar dan bahayanya sangat mengerikan di zaman Rasulullah hidup. Contoh, dosa meninggalkan shalat fardhu, bukankah saat ini banyak muslim yang tidak melaksanakan shalat? Di zaman Rasulullah dulu, orang yang mengaku muslim namun tidak shalat sudah dianggap kafir karena meninggalkan apa yang telah Allah perintahkan untuk dilakukan.

“Sesungguhnya kalian mengerjakan amalan (dosa) di hadapan mata kalian tipis seperti rambut, namun kami (para sahabat) yang hidup di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganggap dosa semacam itu seperti dosa besar.” (HR. Bukhari)

 

  1. Memamerkan dosa

Inilah yang tak kalah mengerikan, memamerkan dosa yang dilakukan. Baik dengan cara menceritakannya ke orang lain, atau malah mempostingnya di sosial media, chat room, atau blog/vlog. Astaghfirullah… bukannya menyesali dosa, malah membanggakannya dan menyebarluaskan aibnya sendiri, inilah penyebab sebuah dosa yang awalnya kecil justru menjadi dosa besar jika kita melakukannya.

“Setiap umatku akan diampuni kecuali orang yang melakukan jahr. Di antara bentuk melakukan jahr adalah seseorang di malam hari melakukan maksiat, namun di pagi harinya –padahal telah Allah tutupi-, ia sendiri yang bercerita, “Wahai fulan, aku semalam telah melakukan maksiat ini dan itu.” Padahal semalam Allah telah tutupi maksiat yang ia lakukan, namun di pagi harinya ia sendiri yang membuka ‘aib-‘aibnya yang telah Allah tutup.” (HR. Bukhari Muslim)

Demikianlah 3 hal yang perlu kita hindari, jangan pernah dilakukan, agar Allah tetap bersedia mengampuni dosa-dosa kita yang banyaknya bagaikan buih di lautan. Wallaahualam. (SH)

 

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • LAZ Alumni FK Unand dan IZI Sumatera Barat Jalin Kerjasama Penghimpunan dan Penyaluran Qurban Olahan untuk Masyarakat Gaza Palestina 26 May 2026
  • Lebih dari Sekadar Kendaraan, Ambulans IZI Antarkan Harapan Dadang ke Brebes 26 May 2026
  • IZI Jateng Lakukan Supervisi Monitoring Lapak Berkah PT KJG kepada Warti dan Yatin yang Tetap Konsisten Jalankan Usaha Kuliner di Teras Rumah 26 May 2026
  • IZI Jateng Laksanakan Supervisi Monitoring Aktivitas Produksi Difabel Katun Ungu Semarang untuk Mendukung Pengembangan Produk Batik 26 May 2026
  • Di Tengah Ikhtiar Menjaga Kesehatan dan Nafkahi Keluarga, IZI Jateng Lakukan Supervisi Program Lapak Berkah 26 May 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,179)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (254)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,433)
  • Keluarga (438)
  • Kesehatan (679)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (235)
  • Lain-lain (298)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (316)
  • Muda-Mudi (553)
  • Nuansa Keislaman (365)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (326)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,225)
  • Potret Donatur (113)
  • Ramadhan (580)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat

Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI Nomor 1754 Tahun 2025

Kantor Pusat

Alamat :
Jl. Raya Condet No. 27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor  :
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB

Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Tel: (021) 8778 7325
Whatsapp: 0812 1414 789
Fax: (021) 8778 7603
E-mail: [email protected]

Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya

© 2026. inisiatif Zakat Indonesia

Facebook X-twitter Youtube Instagram