Adam Gifari & Keluarga Hidupkan Kembali Musala An Nur Pascabanjir Bandang

Aceh Tamiang – Banjir besar yang melanda Desa Rantau Panjang, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, pada akhir tahun 2025 menyisakan duka mendalam bagi warga. Musala An Nur, yang menjadi pusat ibadah masyarakat, terendam hingga air mencapai atap bangunan. Kondisinya semakin memprihatinkan karena pembangunan musala telah lama belum tuntas akibat keterbatasan anggaran. Dinding yang belum selesai diplester, area tempat wudu yang belum rampung, serta berbagai kerusakan akibat banjir membuat musala tampak kumuh dan tidak layak digunakan. Aktivitas ibadah berjamaah pun terganggu. Warga hanya bisa berharap suatu hari rumah Allah itu kembali berdiri layak seperti sediakala.

Saat harapan itu hampir redup, Allah menghadirkan jalan melalui kebaikan Adam Gifari dan keluarga. Melalui program renovasi tempat ibadah, Musala An Nur perlahan bangkit dari keterpurukannya. Bangunan yang sebelumnya kusam dan terbengkalai kini berubah menjadi bersih, rapi, dan nyaman. Lantai keramik yang mengilap, dinding yang telah diperbaiki, serta fasilitas ibadah yang lebih layak menghadirkan suasana baru yang menenangkan bagi jamaah.

Kini azan kembali berkumandang dengan khusyuk. Jamaah dapat melaksanakan salat berjamaah dengan nyaman. Majelis taklim pekanan kembali digelar. Yang paling membahagiakan, anak-anak desa kembali memenuhi musala setiap hari untuk belajar mengaji dan mendalami Al-Qur’an. Mukhtar, tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas bantuan tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Adam Gifari dan keluarga. Setelah banjir, kondisi musala sangat memprihatinkan dan kami tidak memiliki kemampuan untuk memperbaikinya. Alhamdulillah, sekarang kami sudah bisa kembali melaksanakan salat berjamaah, mengadakan taklim pekanan, dan anak-anak dapat mengaji setiap hari dengan nyaman. Semoga Allah membalas setiap kebaikan dan menjadikannya amal jariyah yang terus mengalir,” ujar Mukhtar.

Hari ini, Musala An Nur kembali hidup. Tidak hanya sebagai bangunan tempat salat, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, tempat anak-anak belajar Al-Qur’an, dan tempat warga mempererat ukhuwah Islamiyah. Semoga kebaikan Adam Gifari dan keluarga menjadi amal jariyah yang tak pernah terputus. Setiap sujud yang ditegakkan, setiap huruf Al-Qur’an yang dilantunkan, dan setiap majelis ilmu yang berlangsung di Musala An Nur menjadi pahala yang terus mengalir hingga akhir zaman.

[Tim IZI Aceh – @inisiatifzakat]