Memasuki bulan Muharram atau bulan pertama pada bulan hijriyah, ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk diamalkan pada bulan ini. Salah satu amalan tersebut ialah puasa Asyura. Puasa tersebut dilakukan pada tanggal 10 Muharram, sehari sebelumnya, dan sehari sesudahnya.

Diriwayatkan Abu Hurairah ra dia berkata, “Rasulullah saw. Ditanya tentang salat apa yang paling utama setelah salat wajib?” Beliau menjawab, “Salat di tengah malam.” Beliau ditanya lagi, “Puasa apa yang paling utama setelah puasa wajib?” Beliau menjawab, “Puasa di bulan yang kalian sebut Muharram.” (HR. Muslim dan lainnya)

Melalui hadis tersebut, ternyata puasa Asyura merupakan puasa yang paling utama kedua setelah puasa wajib. Diharapkan momen yang datang hanya setahun sekali ini tidak dilewatkan oleh kita semua.

Para ulama menyebutkan bahwa puasa Asyura memiliki tiga tingkat: Pertama, puasa tiga hari pada tanggal 9,10, dan 11 Muharram; Kedua, puasa dua hari pada tanggal 9 dan Muharram; dan ketiga, puasa sehari saja yaitu pada tanggal 10 Muharram. Silakan lakukan mana yang mampu dikerjakan.

Sumber : Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi.
2017. Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq.
Pustaka Al-kautsar. Hlm. 241

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.