Bertahan Setelah Api Melalap Tubuhnya, Talita Berjuang Pulih di Rumah Singgah Pasien IZI Sumut

Sumatera Utara – Bulan Mei 2026, malam, menjadi peristiwa yang mengubah kehidupan Talita Anjani, seorang anak perempuan berusia 10 tahun yang berasal dari Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan. Di usianya yang masih belia, Talita harus menghadapi perjuangan panjang setelah mengalami luka bakar serius akibat musibah kebakaran yang melanda rumah keluarganya.

Peristiwa itu terjadi saat keluarga Talita tertidur. Menjelang pagi, sebuah power bank yang sedang diisi daya di stopkontak sambungan ruang tamu tiba-tiba meledak, lalu apinya cepat menyambar barang di sekitarnya dan menjalar ke bagian rumah lainnya. Kamar Talita yang tidak jauh dari sumber api membuatnya terjebak dalam kobaran api saat api mencapai atap, sementara keluarga baru terbangun setelah kebakaran membesar. Abang Talita bergegas menggendong adiknya keluar, hingga Talita mengalami luka bakar sekitar 70 persen pada kedua kaki, kedua tangan, perut, dan wajah, sedangkan sang abang mengalami luka bakar sekitar 30 persen. Bagi Supiyani, ibu Talita, kenangan itu masih menyisakan kesedihan mendalam. “Waktu itu baju Talita sudah lengket di tubuhnya, saking hebatnya api melahapnya, Bu,” kenangnya. Ia bahkan tak sanggup melihat foto-foto Talita saat terbakar dan langsung menghapusnya. “Nggak sanggup saya, Bu, nggak tega. Ngeri soalnya, Bu,” ungkap Supiyani.

Kebakaran itu tak hanya melukai tubuh Talita, tetapi juga menghanguskan rumah beserta seluruh barang keluarga, sehingga mereka kehilangan tempat tinggal sekaligus harus menanggung biaya pengobatan yang tidak sedikit. Setelah dilarikan ke rumah sakit di Kisaran dan sempat dibawa pulang, keluarga menyadari kulit tangan Talita menegang hingga sulit digerakkan, lalu kembali membawanya ke rumah sakit yang kemudian merujuknya ke RSUP H. Adam Malik Medan. Di sana, Talita menjalani perawatan bedah plastik dengan operasi sekitar sebulan sekali, penggantian perban setiap dua hari, serta penggunaan salep khusus yang biayanya cukup besar. Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, Supiyani yang sebelumnya bekerja di toko roti terpaksa berhenti agar bisa mendampingi putrinya berobat.

Supiyani memiliki empat orang anak, terdiri dari tiga anak laki-laki dan Talita sebagai anak bungsu sekaligus satu-satunya anak perempuan. Ketiga abang Talita telah bekerja dan kini turut membantu memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk biaya pengobatan adik mereka yang masih duduk di kelas V sekolah dasar. Di tengah situasi tersebut, Supiyani berusaha melakukan segala upaya agar pengobatan Talita tetap berjalan.

Sebelum mengenal Rumah Singgah Pasien (RSP) IZI Sumatera Utara, Supiyani dan Talita menumpang di rumah seorang saudara jauh di Medan, namun keluarga tetap harus menanggung biaya makan dan transportasi ke RSUP H. Adam Malik, sementara kebutuhan salep dan perawatan terus berjalan. Atas saran seorang pengemudi ojek online, Supiyani mendatangi RSP IZI Sumut dan mengajukan permohonan tinggal, hingga akhirnya ia dan Talita diterima. Keberadaan rumah singgah ini sangat membantu, terutama dalam menyediakan tempat tinggal dan meringankan kebutuhan sehari-hari selama pengobatan Talita yang belum selesai. “Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada RSP IZI karena telah menerima kami di sini. Alhamdulillah, terbantu, Bu. Semoga Bapak/Ibu donatur serta RSP IZI dimurahkan rezekinya, sehat-sehat, dan berkah selalu,” tutur Supiyani penuh haru.

Perjalanan Talita masih panjang. Di usianya yang baru 10 tahun, ia harus menjalani perawatan berulang untuk memulihkan kondisi tubuhnya setelah musibah yang begitu berat. Namun, di balik perjuangan tersebut, ada seorang ibu yang terus mendampingi, keluarga yang berusaha membantu, serta kepedulian para donatur yang menghadirkan harapan. Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan kepada Talita, menguatkan Supiyani dan seluruh keluarga, serta memudahkan setiap tahapan pengobatan yang harus dijalani. Terima kasih kepada para donatur yang telah mendukung hadirnya RSP IZI Sumatera Utara, sehingga pasien dan keluarga yang sedang berjuang mendapatkan tempat untuk bernaung di tengah masa sulit mereka.

[Fazliyah Nurhafshah Gultom – @inisiatifzakat_sumut]