Aceh – Bencana banjir bandang yang melanda Aceh pada tahun 2025 telah berlalu. Namun, bagi sebagian penyintas, perjuangan justru masih berlangsung hingga hari ini. Di sebuah tenda darurat yang mulai rapuh dimakan waktu, Kakek Mukhtar bertahan bersama anak, cucu, dan keluarganya. Dua kepala keluarga hidup berdesakan dalam ruang yang sempit, menghadapi panas, hujan, dan berbagai keterbatasan setiap hari.

Kini, ujian itu semakin berat. Kakek Mukhtar harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat kondisi kesehatannya yang menurun, sementara keluarga terus menanti saat mereka dapat menempati hunian yang lebih layak. Harapan itu perlahan hadir melalui Hunian Sementara (Hunitara) IZI yang dibangun tepat di belakang tenda tempat mereka tinggal. Sebuah tempat sederhana yang diharapkan dapat menjadi awal kehidupan yang lebih aman dan nyaman bagi keluarga Kakek Mukhtar.
Namun, kisah pilu pascabencana tidak hanya dialami oleh Kakek Mukhtar. Tak jauh dari lokasi tersebut, Ibu Moulinda bersama suami dan tiga anaknya, termasuk seorang balita berusia sekitar empat tahun, juga masih berjuang tanpa memiliki rumah sendiri. Rumah yang dahulu menjadi tempat berlindung keluarga mereka terdampak bencana, meninggalkan ketidakpastian yang hingga kini belum sepenuhnya berakhir.

Sebagai seorang ibu, Moulinda menghadapi tantangan yang tidak ringan. Di tengah kondisi ekonomi yang terbatas, ia harus memastikan anak-anaknya tetap tumbuh sehat, mendapatkan rasa aman, dan memiliki harapan akan masa depan yang lebih baik. Namun, hingga saat ini, keluarga kecil itu masih menantikan kesempatan untuk kembali memiliki tempat tinggal yang layak.
Bagi para penyintas, pemulihan bukan sekadar bangunan yang berdiri. Pemulihan adalah ketika seorang kakek dapat kembali tinggal dengan tenang bersama cucunya. Pemulihan adalah ketika seorang ibu tidak lagi khawatir tentang tempat berteduh bagi anak-anaknya. Karena hampir setahun setelah banjir bandang berlalu, masih ada keluarga-keluarga yang menunggu uluran tangan kita untuk benar-benar bangkit.
[Oleh Arman: Cerita kunjungan supervisi Program Recovery IZI di Aceh – @inisiatifzakat]




