Semarang — Pemahaman mengenai tata cara bersuci menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung aktivitas ibadah sehari-hari para penerima manfaat. Pada Kamis (24/09/2026), Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah kembali melaksanakan Program Pendampingan Keislaman Lapak Berkah yang bertempat di Ruang Kepala Kantor Perwakilan IZI Jawa Tengah.
Pendampingan ini diikuti oleh empat penerima manfaat dari wilayah Kota Semarang, yaitu Sujiati, penjual menu sarapan pagi; Yuli Arochyanti, penjual lunpia; Nur Solekah, penjual warung nasi; dan Setiyowati, penjual soto, aneka es, serta gorengan. Sementara itu, tiga penerima manfaat lainnya dari Kabupaten Kendal mengikuti taklim secara mandiri di wilayah masing-masing.

Pendampingan keislaman ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memberikan penguatan pemahaman agama kepada penerima manfaat Lapak Berkah, khususnya agar materi yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pada kesempatan tersebut, materi disampaikan oleh Muhammad Lukman Hakim selaku Kabid PPZ IZI Jawa Tengah dengan tema “Mandi Besar dan Tayamum bagi Kaum Perempuan (Akhwat).” Materi tersebut disesuaikan dengan penerima manfaat yang hadir, dan seluruhnya merupakan perempuan, sehingga pembahasan dapat lebih dekat dengan kebutuhan praktik ibadah mereka.
Selama kegiatan berlangsung, para penerima manfaat tampak antusias menyimak penjelasan yang diberikan. Muhammad Lukman Hakim juga membuka sesi diskusi secara terbuka sehingga para penerima manfaat dapat menyampaikan pertanyaan terkait materi yang masih belum dipahami. Melalui penyampaian materi dan diskusi tersebut, penerima manfaat diharapkan tidak hanya memahami tata cara mandi besar dan tayamum secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya dengan tepat dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, pelaksanaan taklim secara mandiri bagi penerima manfaat di Kabupaten Kendal tetap menjadi bagian dari rangkaian pendampingan keislaman Lapak Berkah.
Melalui Program Pendampingan Keislaman Lapak Berkah YBM PT PLN (Persero) UP3 Semarang, IZI Jawa Tengah terus mendorong agar program pemberdayaan tidak hanya memberikan dukungan terhadap pengembangan usaha penerima manfaat, tetapi juga berjalan seiring dengan penguatan pemahaman keislaman. Pendampingan secara berkala diharapkan dapat menjadi ruang belajar dan berdiskusi bagi penerima manfaat, sehingga nilai-nilai keislaman dapat semakin diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, baik dalam menjalankan ibadah maupun kehidupan bermasyarakat.
[Ariefta – @inisiatifzakat_jateng]




