Padang (29/8/26) — Kemerdekaan tidak hanya tentang mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang menghargai mereka yang setiap hari menanamkan nilai kebaikan kepada generasi penerus. Semangat tersebut diwujudkan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Sumatera Barat melalui program Kado Merdeka Guru Ngaji yang disalurkan kepada 13 guru ngaji di Kota Padang, Maninjau Kabupaten Agam, dan Kabupaten Lima Puluh Kota.
Para penerima manfaat merupakan guru ngaji yang selama ini aktif mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak dan masyarakat di lingkungan masing-masing. Sebagian dari mereka mengabdikan diri di masjid, mushala, rumah tahfiz, maupun tempat belajar Al-Qur’an sederhana yang menjadi ruang tumbuh bagi generasi untuk mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Di tengah berbagai kesibukan dan keterbatasan, para guru ngaji tetap meluangkan waktu untuk mengajarkan anak-anak membaca Al-Qur’an, menghafal surat-surat pendek, serta mengenalkan nilai-nilai dasar keislaman. Pengabdian tersebut sering kali berlangsung sederhana dan jauh dari sorotan, namun memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi.

Penyaluran Kado Merdeka di Kota Padang menyasar guru ngaji yang aktif membina anak-anak di lingkungan masyarakat perkotaan. Di tengah perubahan zaman dan aktivitas masyarakat yang semakin beragam, keberadaan mereka menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an.Sementara di Maninjau, Kabupaten Agam, Kado Merdeka diberikan kepada guru ngaji yang terus mendampingi anak-anak di lingkungan masyarakat sekitar kawasan Danau Maninjau. Aktivitas mengaji menjadi salah satu ruang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan agama secara rutin di lingkungan tempat tinggal mereka. Adapun di Kabupaten Lima Puluh Kota, penyaluran menyentuh guru ngaji yang berada di wilayah nagari dan jorong. Dengan wilayah yang luas dan karakter masyarakat yang beragam, guru ngaji memiliki peran dalam mendekatkan pembelajaran Al-Qur’an kepada anak-anak di lingkungan masing-masing. Sebanyak 13 guru ngaji menerima Kado Merdeka dalam program tersebut. Pemberian ini menjadi bentuk apresiasi atas waktu, tenaga, dan pengabdian mereka dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada masyarakat.
Miranda, selaku relawan IZI, mengatakan bahwa Kado Merdeka menjadi bentuk perhatian kepada para guru ngaji yang selama ini terus mengabdikan diri di tengah masyarakat. “Kami melihat guru ngaji memiliki peran yang sangat besar dalam mendampingi anak-anak belajar Al-Qur’an. Kado ini mungkin sederhana, tetapi kami berharap bisa menjadi bentuk apresiasi dan penyemangat bagi mereka untuk terus mengajarkan Al-Qur’an. Semoga perhatian kecil ini bisa membuat para guru ngaji merasa bahwa perjuangan mereka diperhatikan dan dihargai. Mudah-mudahan mereka terus diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah,” tutur Miranda.

Salah satu penerima manfaat, M. Naufal, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan melalui program Kado Merdeka Guru Ngaji. “Alhamdulillah, terima kasih kepada IZI dan para donatur yang sudah memberikan perhatian kepada kami. Kado ini sangat berarti dan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak. Semoga IZI dan para donatur selalu diberikan keberkahan dan dimudahkan dalam setiap kebaikan yang dilakukan. Semoga kami juga bisa terus istiqamah dalam mengajarkan Al-Qur’an,” ujar M. Naufal. Sementara itu, Monalisa mengaku bahagia menerima Kado Merdeka yang diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian para guru ngaji. “Terima kasih banyak kepada IZI dan para donatur yang sudah memberikan perhatian kepada kami. Bagi kami, bukan hanya kadonya yang berarti, tetapi kepedulian yang diberikan. Semoga ini menjadi keberkahan dan menambah semangat kami untuk terus mendampingi anak-anak belajar Al-Qur’an,” ungkap Monalisa.
Bagi para guru ngaji, perhatian tersebut menjadi penyemangat untuk terus menjalankan pengabdian. Sebab, proses belajar Al-Qur’an yang berlangsung di masjid, mushala, rumah tahfiz, maupun ruang-ruang belajar sederhana memiliki peran dalam membentuk karakter generasi penerus. Melalui Kado Merdeka Guru Ngaji, IZI Sumatera Barat berupaya menghadirkan makna kemerdekaan melalui kepedulian. Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai momentum untuk menghargai mereka yang turut membangun generasi melalui pendidikan dan nilai-nilai keislaman. Program ini menjadi bagian dari ikhtiar IZI Sumatera Barat untuk memberikan perhatian kepada para guru ngaji sebagai salah satu penggerak pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
[Sinthiya Adela Fitri – @inisiatifzakat_sumbar]





