Inisiatif Zakat IndonesiaInisiatif Zakat Indonesia
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Layanan Donasi
    • Layanan Konsultasi Donatur
    • Layanan Penerima Manfaat
  • Tata Kelola
    • Laporan
      • Ramadhan
      • Qurban
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Search
  • Beranda
  • Kenali IZI
  • Layanan
    • Layanan Donasi
    • Layanan Konsultasi Donatur
    • Layanan Penerima Manfaat
  • Tata Kelola
    • Laporan
      • Ramadhan
      • Qurban
    • Hasil Audit
      • Audit Syariah
      • Audit Keuangan
      • Audit ISO
    • Kebijakan ISO
      • Pedoman Manajemen Risiko
      • Pakta Integritas
      • Kebijakan Anti Penyuapan
      • Kebijakan Mutu
    • Whistle Blowing System
Custom MessageSpecial Offer!Buy this Theme!HOT

Jika Ayahku Seperti Nabi Ya’kub

Ayu Lestari2019-01-15T09:30:41+07:00
Ayu Lestari Kisah Teladan ayah, kisah nabi yakub, nabi, nabi yakub, rumah tangga nabi 0 Comments

“Wahai ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan, kulihat semuanya sujud kepadaku.”

Adalah sebuah pernyataan seorang anak bernama Yusuf kepada ayahnya (Ya’kub) perihal mimpi yang mendatanginya pada suatu malam. Ayahnya pun menjawab, “Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan) mu. Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia.”

Sang ayah pun memerintahkan agar tidak menceritakan apa yang Yusuf mimpikan untuk mengantisipasi rasa dengki yang muncul di hati saudara-saudaranya. Karena diketahui, saudara-saudara Yusuf memang memiliki kecemburuan terhadapnya. Demikian pun dengan mimpi-mimpi atau sesuatu yang ingin kita raih. Mimpi bisa diceritakan kepada mereka yang memiliki ilmu dan sangat tidak disarankan untuk menceritakan kepada orang lain yang tidak memiliki kapasitas dan tentunya belum kita percayai.

Lalu, suatu malam, saudara-saudaranya yang lain mengajak Yusuf dan adiknya yang bernama Bunyamin, untuk bermain pada keesokan harinya. Mereka pun meminta ijin kepada Ya’kub. Namun, Ya’kub tidak mengharapkan hal itu terjadi karena ia khawatir bahwa saudara-saudaranya akan mencelakai Yusuf saat tengah asik bermain. Keesokan harinya, mereka berangkat menuju hutan untuk bermain. Na’as, bukan bermain yang mereka lakukan, namun mereka mengasingkan Yusuf yakni dengan dibuangnya ia ke dalam sumur yang disekitarnya tidak ada pemukiman warga, sunyi senyap.

Di hutan itu, suatu ketika ada segerombolan musafir Mesir sedang kehausan. Dilihatnya ada sebuah sumur, lalu mereka datang dan mulai memasukkan timba, berharap banyak air yang terpaut di dalamnya. Nyatanya, yang mereka dapatkan bukan air, melainkan sesosok manusia. Akhirnya, Yusuf diajak bergabung dengan musafir tersebut, dan ia dijadikan sebagai budak.

Perjalanan panjang dari menjadi budak hingga seorang Al-Malik di Mesir memberikan isyarat bahwa Allah menguji ketakwaan setiap hamba-Nya. Apakah ia seorang yang menjaga izzahnya dari godaan istri Al-Aziz, godaan dari perempuan-perempuan Mesir yang memiliki hasrat terhadapnya. Apakah ia seorang yang jujur bahwa ia tidak melakukan perzinahan karena rupa tampannya yang memukau itu. Serta seorang yang dapat dipercayai tentang takwil mimpi Al-Malik sebelumnya.

Kisah Yusuf yang terangkum di dalam Al-Qur’an surah Yusuf, mengajarkan kita tentang sejarah seorang Nabi yang hidupnya dipenuhi ujian-ujian untuk meningkatkan kapasitas dirinya. Menjadikan sabar atas setiap ujian yang menimpanya. Hingga butuh waktu sekitar 80-an tahun, Allah mewujudkan takwil mimpi Yusuf, “… Wahai ayahku! Inilah takwil mimpiku yang dahulu itu. Dan sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kenyataan.”

Satu lagi, siapakah yang berperan dalam pengembangan diri Nabi Yusuf? Tak lain dan tak bukan adalah ayahnya sendiri. Karena di satu episode ajakan istri Al-Aziz, sekaliber wajah Ya’kub muncul dibenaknya hingga gugurlah keinginan untuk menerima ajakan tersebut. Sungguh, Ya’kub tak terganti perannya dalam diri Yusuf. Karena Ya’kub, sosok manusia terbaik bagi Yusuf dalam menasehati.  (Susi)

Share this post

Facebook Twitter LinkedIn Google + Email

Author

Ayu Lestari

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.

Recent Posts

  • Qurban Sampai ke Pelosok? Ini Rekomendasi Yora Anastasha untuk Qurban Berkah Bersama IZI 19 May 2026
  • Qurban Lebih dari Sekadar Daging Segar: Ini Alasan Ira Paranita Percayakan Qurbannya ke IZI 19 May 2026
  • IZI Jakarta Salurkan Beasiswa Pendidikan untuk 100 Siswa dan Mahasiswa Duafa Bersama BSI Maslahat 19 May 2026
  • Ekspansi Layanan Massage, IZI dan Paragon Corp Gelar Pelatihan Digital Marketing Untuk Terapis Paradaya Movement 2.0 19 May 2026
  • Kunjungan DWP BPKP Jateng ke Rumah Singgah Pasien IZI dalam Rangkaian HUT BPKP ke-43 19 May 2026

Recent Comments

  • Syamil Abyan on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang
  • Syamil Abyan on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Sabaruddinbusri on 10 Pelaku Usaha Kecil di Besitang Terima Bantuan Modal Usaha dari Kemenag RI Sinergi Laznas IZI
  • Syamil Abyan on Menemukan Rumah Singgah Pasien IZI, Ibu Dusri & Keluarga Bersyukur Bisa Lanjut Berobat
  • Miko jonni saputra on IZI Kaltim Bantu Yostina Terlepas Dari Lilitan Hutang

Categories

  • Adab (50)
  • Ayat of the Week (46)
  • Berita Media Nasional (4,178)
  • Edukasi dan Inspirasi Islami (431)
  • Ekonomi (249)
  • Event IZI (606)
  • Hadits of the Week (63)
  • IZI NEWS (5,412)
  • Keluarga (438)
  • Kesehatan (673)
  • Kisah Teladan (103)
  • Konsultasi (231)
  • Lain-lain (295)
  • Laporan Keuangan (5)
  • Motivasi (315)
  • Muda-Mudi (552)
  • Nuansa Keislaman (363)
  • Oase Iman (26)
  • Pendidikan (325)
  • Potret Amil (67)
  • Potret Dhuafa (1,223)
  • Potret Donatur (113)
  • Ramadhan (580)
  • Tanya Jawab Islam (134)
  • Tanya Jawab Muamalah (27)
  • uncategorized (1)
Lembaga Amil Zakat

Lembaga Amil Zakat Nasional Surat Keputusan Kementerian Agama RI Nomor 1754 Tahun 2025

Kantor Pusat

Alamat :
Jl. Raya Condet No. 27-G, Batu Ampar,
Kramat Jati, Jakarta Timur 13520

Jam Operasional Kantor  :
Senin – Jumat : 08.30 – 17.00 WIB

Kontak

Pusat Layanan dan Informasi
Tel: (021) 8778 7325
Whatsapp: 0812 1414 789
Fax: (021) 8778 7603
E-mail: [email protected]

Dana yang didonasikan melalui LAZNAS IZI bukan bersumber dan bukan untuk tujuan pencucian uang (money laundry), termasuk terorisme, gratifikasi, penyuapan, maupun tindak kejahatan lainnya

© 2026. inisiatif Zakat Indonesia

Facebook X-twitter Youtube Instagram