Samarinda – Sebanyak 25 warga mendapatkan layanan kesehatan melalui Program Layanan Kesehatan Safari Bekam Ring 1 PLN IP UBP Mahakam Samarinda Tahap 1 yang digelar di Masjid Nurul Iman, RT 21, Kelurahan Karang Anyar, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (18/9/26).

Kegiatan yang didukung PLN IP UBP Mahakam Samarinda dan dilaksanakan bersama Kelompok Usaha Masyarakat Mandiri Bekam IZI Kaltim tersebut merupakan bagian dari rangkaian safari bekam yang direncanakan berlangsung di empat lokasi dalam beberapa pekan kedepan. Layanan kesehatan diberikan kepada masyarakat sekitar melalui terapi bekam yang ditangani oleh para terapis dari KUMM IZI Samarinda. Dalam pelaksanaannya, setiap lokasi ditargetkan melayani sekitar 25 lebih penerima manfaat
Program tersebut menjadi salah satu bentuk layanan kesehatan berbasis masyarakat yang memberikan akses pemeriksaan dan terapi bekam secara langsung di lingkungan tempat tinggal warga. Selain memberikan layanan, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan secara rutin dan menjadi saran dakwah bekam sunnah. Pelaksanaan safari bekam di Masjid Nurul Iman berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga yang mengikuti layanan datang untuk mencoba maupun mendapatkan kembali layanan bekam yang sebelumnya sudah pernah mereka lakukan.

Salah satu penerima manfaat, Aditya, mengaku layanan tersebut menjadi pengalaman pertamanya menjalani bekam. “Ini pertama kalinya saya mencoba bekam. Awalnya agak ragu, tetapi ternyata prosesnya nyaman dan pelayanannya juga bagus,” ujar Aditya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PLN IP UBP Mahakam dan IZI Kaltim yang telah menghadirkan layanan kesehatan bagi masyarakat. “Terima kasih banyak kepada PLN IP UBP Mahakam dan IZI Kaltim yang sudah mengadakan layanan bekam ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan dan bermanfaat untuk masyarakat,” kata Aditya.
Melalui rangkaian Safari Bekam ini, IZI bersama PLN IP UBP Mahakam Samarinda berupaya menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus membuka akses terhadap kegiatan promotif dan preventif di tingkat komunitas.
[Denny Maulida – @inisiatifzakat_kaltim]




