Penutupan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA Kramat Jati, IZI dan Kementerian Agama Dorong UMKM Terus Berkembang

Jakarta – Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) Berbasis KUA Kramat Jati resmi ditutup oleh Kementerian Agama Republik Indonesia Wilayah Jakarta Timur bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) pada Jumat (4/9/26) di Kantor Perwakilan IZI Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen agar para penerima manfaat dapat terus mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi setelah program berakhir. Sebanyak 10 penerima manfaat yang merupakan pelaku UMKM di Kecamatan Kramat Jati telah mengikuti program PEU KUA selama kurang lebih satu tahun. Selama program berlangsung, mereka mendapatkan pelatihan, pembinaan, pendampingan, serta bantuan modal usaha yang diberikan secara bertahap. Berbagai materi diberikan untuk membantu penerima manfaat mengembangkan usahanya. Materi tersebut mencakup pengelolaan modal, manajemen keuangan, pemasaran, hingga pembinaan keislaman.

Kepala Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan IZI Jakarta, Nurmawan, menyampaikan bahwa perjalanan selama satu tahun menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi para penerima manfaat. “Semoga satu tahun kebaikan ini membawa keberkahan. Kalau ada kendala, itu menjadi evaluasi untuk kita. Sepuluh orang ini merupakan bagian dari banyak orang yang ingin usahanya terus berjalan dan berkembang. Mudah-mudahan bantuan zakat yang diberikan membawa keberkahan dan menjadi amal yang terus mengalir,” ujar Nurmawan.

Apresiasi juga disampaikan oleh H. Nasrullah dari Kementerian Agama. Ia mengucapkan terima kasih kepada IZI yang telah mendampingi para pelaku UMKM di Kramat Jati selama program berlangsung. “Kami berterima kasih kepada IZI yang sudah membantu UMKM di Kramat Jati. Harapannya, usaha para penerima manfaat terus berkembang. Tagline kita adalah bagaimana mustahik bisa bergerak menjadi muzakki. Ketika usahanya berkembang dan penghasilannya meningkat, mudah-mudahan mereka bisa menunaikan zakat dan berbagi kepada orang lain,” ungkap Nasrullah.

Nasrullah juga berharap kerja sama antara Kementerian Agama dan IZI dapat terus berlanjut. Menurutnya, masih banyak masyarakat di wilayah Jakarta Timur yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Para penerima manfaat juga didorong untuk mempertahankan semangat berusaha, meningkatkan kualitas produk dan layanan, serta memanfaatkan berbagai peluang pasar yang tersedia. Bagi penerima manfaat, pendampingan selama satu tahun memberikan pengalaman baru dalam mengelola usaha. Yanti, salah satu penerima manfaat, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan yang sebelumnya belum ia pahami, mulai dari menghitung keuntungan, mengelola modal, hingga memasarkan produk. “Selama satu tahun ini saya mendapatkan banyak sekali manfaat. Bukan hanya bantuan modal, tetapi juga ilmu dan silaturahmi. Kami belajar bagaimana menghitung keuntungan, mengelola usaha, melakukan pemasaran, serta bagaimana menjalankan usaha sesuai dengan nilai-nilai Islam agar rezeki yang diperoleh lebih berkah,” kata Yanti.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dan penghitungan kencleng infak yang selama ini dikumpulkan bersama selama program berlangsung. Dari kencleng infaq tersebut terkumpul dana infak sebesar Rp2.005.500. Penutupan program menjadi akhir dari rangkaian pendampingan selama satu tahun. Namun, bagi para penerima manfaat, tahapan ini menjadi awal untuk melanjutkan usaha secara lebih mandiri, mengembangkan usaha, dan perlahan meningkatkan kondisi ekonomi keluarga.

[ferdiansyah/ruru – @inisiatifzakat_jakarta]