Perjalanan Panjang Risma untuk Kembali ke Rumah

Jakarta – Hari itu, bagi Risma Wardani, perjalanan pulang bukan sekadar perjalanan biasa. Setelah menjalani perawatan selama kurang lebih dua minggu di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Risma akhirnya diperbolehkan untuk kembali ke rumahnya di Cilegon, Banten.

Namun, kondisi tubuhnya masih sangat lemah. Risma didiagnosis mengalami autoimun, lupus, dan malnutrisi. Tubuhnya sulit digerakkan, persendiannya terasa lemas, bahkan untuk duduk dan berdiri pun beliau membutuhkan bantuan orang lain. Di tengah kondisi tersebut, keluarga selalu berusaha mendampingi Risma. Aktivitas sederhana yang bagi kebanyakan orang dapat dilakukan sendiri, seperti makan dan pergi ke toilet, kini harus dibantu oleh keluarga.

Kedua orang tua Risma telah meninggal dunia. Kini, kakak kandung dan para bibinya menjadi orang-orang yang terus berada di sisinya, memberikan perhatian dan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk pulang dari Jakarta ke Cilegon, tentu bukan perjalanan yang mudah bagi Ibu Risma. Dengan kondisi yang masih harus banyak berbaring, beliau tidak memungkinkan untuk menggunakan transportasi umum.

Dengan penuh kehati-hatian, tim Ambulans IZI mengantarkan Risma dari RSCM menuju rumahnya di Cilegon. Sebuah perjalanan yang mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi Risma dan keluarganya memiliki arti yang begitu besar. Keluarga pun mengungkapkan rasa syukur karena Risma dapat pulang dengan lebih aman dan nyaman tanpa harus memikirkan bagaimana membawa beliau menggunakan transportasi umum, terlebih jarak Jakarta menuju Cilegon cukup jauh.

“Kami sangat terbantu dengan adanya Ambulans IZI. Terima kasih kepada IZI dan para donatur yang sudah membantu keluarga kami. Semoga IZI dan seluruh donatur diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah, serta selalu diberikan keberkahan.” tutur Risma.

[Jejen – @inisiatifzakat_jakarta]